Love Ya!

 

Casts

  1. Lee Joon
  2. Jung Shin Mi
  3. Kim Ah Lin
  4. Cho Kyuhyun

Author_POV

Lee Joon merebahkan tubuhnya di sofa apartement, ia memejamkan matanya sebentar mencoba releks, setelah kegiatan promosi album baru MBLAQ hari ini, ia merasa sangat lelah. “Yaa!! Tidurlah dikamarmu” teriak Seungho membangunkan Joon, tapi yang dibangunkan hanya menggeliat sebentar dan tetap tidur diatas sofa. “Yaa!! Lee Joon-Ssi .. ..!!!” Seungho meninggikan suaranya. “ahh ne..ne… ara..” dengan langkah malas Joon bangun dan melangkah ke kamarnya.

***

            Ah Lin baru saja keluar dari rumah sakit setelah cek up. Ia masuk kedalam mobilnya menuju kantor. “cukup mengecewakan…huh” gumam Ah lin melihat hasil cek up nya sendiri. Gagal ginjal yang dialami Ah lin semakin parah, jika didiamkan kemungkinan Ah lin tetap bertahan hidup sangat sedikit. Dret dret baru saja selesai memarkir mobilnya, ponsel ah lin sudah bergetar, “yoboseyo..” alin menekan tombol answer dan meletakkan ponselnya tepat ditelinganya. “aku baru saja sampai kantor, wae?” jawab Ah lin sambil keluar dari mobil dan masuk kedalam kantornya. “ne..ne..araseo.. aku akan kesana nanti” jawab Ah lin lagi. Siapa lagi yang menelpon jika bukan Kyuhyun, kekasihnya sekarang. Setelah selesai berbicara dengan Kyuhyun ia menaruh ponselnya ditas dan berjalan menuju ruangannya.

“huh..” Ah Lin menghembuskan nafas lega dan duduk di kursinya, “Yaa!! Alin… kau bisa menolongku.. aku harus mengantarkan berkas ini pada seseorang, tapi.. orang itu membuat janji padaku ditempat yang aku tak tahu lokasinya… pabbo nya aku… aku meng iyakan saja.. kau bisa membantuku kan????” Shin Mi menyodorkan secarik kertas kecil yang menunjukan suatu lokasi. “ahh kau ini… kapan kalian janji untuk bertemu?” tanya Alin sambil mengambil kertas yang Shin Mi tunjukan, “nanti malam…” jawab Shin Mi santai, “nde????.. ommona.. ya sudah nanti malam aku antar kau, tapi hanya mengantarmu, aku tidak bisa menemanimu..” jawab Ah lin seraya memberikan kertas tadi pada Shin Mi, “ahh kau memang chingu terbaik.. neo daebak!!!!”

Jung Shin Mi_POV

Aku sudah berdiri tepat direstaurant tempat aku dan orang yang bernama Lee ahgassi itu membuat janji. “heuh.. seharusnya alin menemaniku.. aku bahkan tak tahu…AHH!!” brukk aku menabrak seseorang, andai orang yang ku tabrak ini tak menahanku, mungkin aku sudah jatuh. “gwaechana?” aku segera membenarkan posisiku dan merapihkan pakaianku, “ohh ne.. gwaechana..” jawabku. Aku menatap sebentar wajah orang yang kutabrak, wajahnya sangat familiar diotakku, tapi aku lupa. “neo..??”namja dihadapanku sekarang menunjuk tepat di depan wajahku. “ada apa joon??” sebelum sempat aku bertanya lagi, seorang namja dengan kisaran umur yang lebih tua menghampiri. “ohh aniyo..gwaechana hyung..” jawab namja di hadapanku.

Aku masih saja berdiri dihadapan kedua namja itu, memperhatikan percakapan mereka. “mian..ada masalah? Ada yang bisa kami bantu?” tanya namja yang lebih tua padaku yang sentak membuatku sedikit kaget. “hmm..ohh.. mianhae..aku.. ohh iya.. chakam..” sementara aku mengacak-acak isi tasku, dua namja itu saling menatap bingung. “igeot.. kau tahu dimana meja yang ini?..dan mungkin saja kalian kenal dengan nama yang ada di bawahnya..” aku menyodorkan kertas yang tadi ku tunjukan pada Ah Lin. Dua namja itu melihat kertas yang ku sodorkan dan saling menatap, “ohh jadi kau Jung Shin Mi..” namja yang lebih tua itu menatap kearah ku dan aku hanya mengangguk pasti. “hmm kenalkan..Lee Junsu imnida… dan ini sepupuku Joon..” ohh God ternyata dia orang yang aku cari, syukurlah. Aku mengulurkan tanganku menyambut uluran tangan mereka, “Shin Mi imnida…”

***

“aku rasa sudah cukup penjelasannya kan? Aku harus segera pulang” aku berdiri dari meja di restaurant tempat aku berada sekarang. “ohh ne.. dengan apa kau pulang?” tanya Junsu-ssi padaku sambil beranjak juga dari kursinya diikuti Joon. “sepertinya aku akan naik Taxi atau bus saja..” jawabku. “kalau begitu.. joon! Antarkan Shin Mi-ssi pulang ya.. hyung masih harus menyelesaikan pekerjaanku..” sentak saja aku langsung mengelak tapi mereka tak memperdulikanku. “tak apa.. Joon anak yang baik..” ucap Junsu-ssi.

Aku tak bisa menolak tawaran itu dan dengan setengah terpaksa aku masuk kedalam mobil namja bernama Joon ini. “aku turun di halte bus saja..” ucapku belum seberapa jauh dari restaurant tadi. “ani.. aku akan mengantarmu pulang.. disana tadi belok kiri kan.?” Joon tetap tak menggubrisku dan justru memastikan jalan yang tadi sempat aku tunjukan. “ohh ya.. apa kau mengenalku sebelumnya?..”

Lee Joon_POV

“ohh ya.. apa kau mengenalku sebelumnya?..” tanyaku karena yeoja ini terlihat terlalu biasa untuk orang yang bersama seorang idola seperti ku. “hmm aniyo.. apa kau artis?.. jika ia, kau patut kecewa.. karena aku tak mengenal artis-artis seoul kecuali artis SM saja ehhe” jawab yeoja ini sambil sedikit terkekeh. “mwo?.. kau tidak tahu MBLAQ?” tanyaku lagi memastikan. Shin Mi mengetuk-ngetuk dagunya sendiri dengan telunjuk, “hmm aku sudah bilang.. aku tidak mengenal siapapun.. kau pasti salah satu dari mereka ya?..mianhae, tapi aku benar-benar tidak tahu artis-artis korea..” jawabnya sambil tersenyum. Aku yang mendengar penjelasannya hanya bergumam tak jelas.

Aku masih terus berpikir sepanjang perjalanan, mengapa wajah Shin Mi sangat familiar di otakku. Chakam!! Tadi hyung bilang, hmm Jung Shin Mi??.. apa jangan-jangan dia…??

“mian.. kau Jung Shin Mi yang dulu bersekolah di Inha School??” aku bertanya dengan cepat yang membuat dia terkejut. Shin Mi menatapku dan mengangguk pelan. “kok..kau tahu?” tanyanya bingung, aku memberhentikan mobilku di depan sebuah rumah, yang entah ini rumah siapa. “aku Lee Joon..!! kau ingat??.. Joonie…joonie..??” aku menepuk-nepuk dadaku dan menatapnya penuh harap. “jeosongsimnida..aku turun disini saja, didepan sana rumahku…gamsahamnida..” Shin Mi tak menghiraukanku dan langsung keluar berlari kearah suatu rumah. Aku langsung ikut keluar dari mobilku dan berlari kearahnya, sebelum ia memasuki gerbang rumah yang mungkin itu adalah rumahnya aku sudah menahan pergelangan tangannya. “chakam..kau benar Shin Mi kan?.. kau pasti ingat aku.” Tanyaku lagi. Aku tak mau kesempatan ini terbuang begitu saja, “lepas..!!” Shin Mi masih tak menjawab dan terus berusaha melepaskan genggamanku, tapi sayang, dia kalah kuat dariku.

Beberapa saat Shin Mi berusaha melepaskan genggaman dan aku hanya menatapnya, akhirnya dia menyerah. “oke..!!” teriaknya keras dan menatapku pasti, “ne.. aku ingat padamu.. lalu?.. sudah kan?..sekarang lepas..!!” tatapan Shin Mi seperti tatapan seseorang yang sedang marah. “ada apa denganmu??… mengapa kau menjadi membentakku seperti itu?” aku masih terus menahan tangannya. “lalu? Apa aku harus bersikap manis padamu?.. mengapa?.. aku rasa kita sudah menjalani hidup masing-masing kan?..masa lalu ya masa lalu.. tak usah dibawa kemasa sekarang!” ucap Shin Mi sinis.

Aku berpikir sejenak, memikirkan apa yang pernah aku lakukan sehingga membuat Shin Mi yang dulu sangat dekat denganku bahkan bisa dibilang dia yang membuatku tak pernah menganggap yeoja disekitarku lebih dari sekedar teman, ia menjadi semarah ini. Aku mengingat dan terus mengingat.

“kau tak ingat??..perlu aku ingatkan??..” tanya Shin Mi membuyarkan lamunanku, “heuh.. pantas saja kau masih bisa bersikap seperti ini.. ternyata kau lupa..” ucap Shin Mi yang membuatku bingung. “6 tahun lalu.. kau ingat.. kita berjanji untuk bertemu di Pantai Busan… kau tahu.. aku jauh-jauh dari Seoul kesana hanya untuk menepati janjiku.. tapi apa yang aku dapat.. orang yang berjanji padaku tak pernah datang… dan apa kau tahu.. sejak saat itu, setiap tanggal 14 Juli, aku selalu kesana.. tapi aku baru sadar dua tahun ini.. aku hanya menunggu sesuatu yang tak akan pernah datang…” Shin Mi menceritakan semuanya.

Aku ingat, aku ingat janji itu. Tapi memang ini semua salahku, demi mengikuti audsi dan training, aku tak pernah menepati janji itu. 6 tahun lalu, adalah saat dimana aku berniat untuk mengutarakan perasaanku. Hari dimana Shin Mi berulang tahun dan aku membuat hari ulang tahunnya menjadi hari yang sangat menyebalkan.

Perlahan aku melepaskan genggamanku tapi Shin Mi tidak langsung berlari kedalam rumah. Dia menatapku yang tertunduk, aku hanya diam dalam kenangan masa laluku. “wae?” Shin Mi bertanya dengan suara yang lembut. Aku mengangkat kepalaku untuk melihatnya, ini aneh, tatapan Shin Mi tak lagi tajam ataupun sinis. “mianhae..” ucapku sambil menatapnya. Shin Mi hanya diam dan melihatku yang berdiri mematung dihadapannya, “mianhae” ucapku lagi. Shin Mi masih menatapku tanpa berkata apapun, “jeongmal mianhae.. mianhae..mianhae Shin Mi-ah” hanya penyesalan yang aku rasakan dan sekarang aku mulai menunduk lagi. Aku tak sanggup untuk melihat matanya.

Perlahan aku merasakan Shin Mi melangkah mendekat, aku rasa dia akan menamparku atau akan membentakku lagi, tapi.. aku salah dia memegang kepalaku dan meletakkannya pada bahunya. Hal yang dulu sering ia lakukan saat aku sedih dan terpuruk. Perlahan ia mengelus lembut kepalaku dengan satu tangan dan tangan yang satunya lagi hanya diam. Hanya perasaan tenang dan nyaman yang aku rasakan, tak aku sadari aku menitikkan air mataku. Perasaan seperti ini yang aku rindukan, perasaan dimana Shin Mi akan selalu berada disisiku kapan dan dimanapun aku butuhkan.

***

Cho Kyuhyun_POV

“bagaimana?..filmnya baguskan tadi..?” tanyaku pada Ah Lin yang sudah duduk manis di jok depan mobilku. “nde..” jawab Ah Lin singkat. Aku tersenyum kecil dan mulai konsentrasi lagi menyetir. “hmm..hu..” aku mendengar Ah Lin bergumam tak jelas, “wae?..” aku menatapnya yang memegangi perutnya, “ohh ya.. pasti kau sudah lapar ya?.. mau makan dimana?..” tanyaku padanya yang mungkin sudah sangat lapar. “hmm au… Kyu..heuh..” kali ini bukan gumaman tapi rintihan, aku melihatnya lagi, wajahnya pucat bibirnya gemetar dan ia terus memegangi pinggangnya. “Alin…!! Waeyo??.. kau sakit??.. kita kerumah sakit sekarang…” aku mengelus sebentar rambutnya lalu mempercepat laju mobilku kearah rumah sakit.

***

Aku hanya bisa duduk di kursi depan ruang ICU. Entah mengapa Alin dibawa ke  ruangan ini? Tapi yang aku inginkan hanya kesembuhannya. “Kyu!!!….” aku menoleh mendengar suara Shin Mi memanggilku, ia berlari kearahku diikuti seorang namja dibelakangnya. “ada apa dengan Alin??” tanya Shin Mi sambil mengatur nafasnya yang mungkin terburu-buru karena aku menelponnya dan menyuruhnya cepat. “molla.. aku juga bingung… tiba-tiba ia mengeluh sakit.. dan pada saat aku membawanya kesini, suster langsung membawa Alin ke ruangan ICU ini” aku masih terus duduk mencoba tenang. Shin Mi dan temannya langsung duduk disebelahku. “ohh ya.. dia..” belum selesai Shin Mi menyelesaikan perkataannya aku sudah bisa menebak bahwa ia akan memperkenalkan namja itu. “Lee Joon…MBLAQ kan?..kita sudah kenal Shin Mi.. jadi tak usah diperkenalkan lagi..” jawabku diikuti seulas senyum dari Joon.

“Dok…bagaimana keadaan Alin..?? dia baik-baik saja kan?” aku berdiri dari kursiku setelah dokter keluar dari ruang ICU. “tenanglah dulu… ikut lah keruanganku..” dokter menuntunku untuk ikut dengannya sementara Shin Mi dan Joon masih duduk manis.

***

“Kyu!!! Bagaimana?.. apa kata dokter itu tadi??” Shin Mi berdiri dan menghadap kearahku. Aku tak tahu harus berkata apa?.. tapi sungguh, otakku tak bisa berpikir sekarang.. aku tak sanggup untuk mengingat kata-kata dokter tadi.. ini terlalu membuatku sedih..

“AHHH!!!!!!!!!!!!!” aku meninju kearah Shin Mi tapi bukan Shin Mi incaranku, melainkan tembok di belakangnya. “Yaa!!! Apa yang kau lakukan???” Joon menarik Shin Mi kearahnya. Aku jatuh berlutut, aku tak peduli dengan tanganku yang berdarah. “Kyu…” Shin Mi mendekat padaku. “Alin..Alin..” aku berusaha menjelaskan tapi justru air mata ku yang mengalir. “gagal ginjalnya..huh hiks..” aku tak sanggup untuk melanjutkan kata-kataku, air mata terus mengalir dipipiku. Perlahan aku rasakan Shin Mi memelukku, “sudahlah..tak usah dijelaskan jika kau…” aku memotong perkataan Shin Mi, “gagal ginjalnya sudah sangat parah..jika dalam beberapa hari ini tak ada donor ginjal.. bisa di pastikan..Alin. Alin…”tangis ku kembali pecah, aku tak sanggup memikirkan apa yang akan terjadi dengan Alin.

***

Kim Ah Lin_POV

Aku hanya bisa menatap sekelilingku, di ruangan yang sepi hanya ditemani oleh infus dan tabung oksigen serta alat-alat medis lain. Krekk aku menoleh kearah pintu, “Kyu…??” panggilku setelah ku lihat sosok Kyuhyun di pintu. “bagaimana hari ini?” tanya Kyuhyun mencoba tersenyum padaku. Aku tahu senyum itu hanya senyum yang ia paksakan, dia sudah tahu semuanya. “baik.. sangat baik..” ucapku riang. Kyuhyun mendekat dan duduk di sampingku. Perlahan ia menggenggam tanganku, “aku yakin..pasti ada ginjal yang cocok denganmu..” ucap kyuhyun sambil terus menggenggam tanganku erat. Dia selalu mengatakan itu sejak kemarin, sejak ia tahu ginjalnya tak cocok denganku bahkan ginjal seluruh anggota Super Junior dan juga Shin Mi. “ne…” jawabku mencoba yakin, walau aku tahu itu semua hanya untuk membuatnya tidak sedih.

***

Hari ini aku memaksa Kyuhyun membawaku keluar dari rumah sakit. Aku benar-benar merasa penat di rumah sakit terus. “pokoknya..jika kau merasa pusing, lelah, apalagi sakit..kau harus langsung mengatakannya padaku…!!” ucap Kyuhyun disepanjang perjalanan menuju Taman di tengah kota Seoul. “ne ne.. kau sudah mengatakannya berkali-kali kyu…”

***

Jung Shin Mi_POV

Sejak pertemuanku dengan Joon waktu itu, ia terus menghubungiku, aku tak merasa terganggu, tapi.. saat aku melihat wajahnya, perasaan sakit hati dan kecewa itu selalu timbul. Bertahun-tahun aku mencoba melupakannya dan sekarang ia datang lagi dan membuat kekecewaanku tumbuh lagi. Entah apa yang aku pikirkan malam itu, seharusnya aku tetap marah padanya, tapi melihat Joon yang tertunduk lemas, hatiku selalu mengingkari apa yang ada di otakku.

“Shin Mi..” sebuah mobil merah berhenti di pinggir jalan. “kau, mau kemana?” Joon keluar dari mobil itu dan mengamhampiriku yang jalan sendiri di trotoar kota Seoul. “ini sangat dingin…mengapa berjalan kaki?”  Joon bertanya lagi sambil memeluk dirinya sendiri. Udara di Seoul memang sedang dingin, maklum.. sebentar lagi kan natal. “aku hanya ingin ke taman kota..” jawabku singkat. “kalau begitu..aku boleh ikut..kita naik mobilku saja..kka!” Joon menarik tanganku tapi aku berhenti sejenak. “chakam.. kau tak ada..” Joon meletakkan telunjuknya tepat didepan bibirku. “tak ada.. aku bebas hari ini.. kajja..”

***

Aku duduk berdua dengan Joon di salah satu bangku di taman Seoul, tentunya Joon menggunakan Sweater tebal dengan syal yang super besar agar bisa menutupi sedikit wajahnya. “hmm waeyo?” tanya Joon padaku tiba-tiba, “mwo?” tanyaku balik. “sejak tadi kau melamun.. apa yang kau pikirkan?” jawab Joon sambil terus melanjutkan pertanyaannya. Aku baru sadar jika sejak tadi aku hanya diam, “Alin.. dia.. maksudku.. kami.. masih belum menemukan donor yang cocok untuknya..” jawabku asal dan tergagap. Joon diam sebentar lalu memegang kedua bahuku dan memutar tubuhku menghadap kearahnya, “bagaimana jika aku ikut mengecek? Kali saja ginjalku cocok..” aku membelalakan mataku mendengar perkataan Joon barusan. Entah senang atau tidak, tapi dia…. “aku serius..walau aku tak mengenal Alin, tapi aku mengenalmu.. sahabatmu adalah sahabatku… jika untuk membuatmu tersenyum adalah kesembuhan Alin dan aku bisa membantunya, mengapa tidak ku lakukan?” lanjut Joon.

Aku diam mendengar perkataan Joon. “kajja!!..” tiba-tiba Joon berdiri dan menarik tanganku berjalan menuju mobilnya. “kemana?” tanyaku bingung tapi Joon terus menarikku. “rumah sakit..kita cek kondisiku dan kecocokan ginjalku…” aku hanya diam saat Joon berkata seperti itu.

***

Sampai di rumah sakit Joon segera melakukan pemeriksaan. “bagaimana?” tanyaku pada Joon yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan. “satu sampai dua jam baru hasilnya keluar..bagaimana jika kita ke ruangan Alin saja?..kka” lagi-lagi Joon menarik tanganku.

“Sus..aku mohon… lakukan apapun asalakan dia selamat..”suara Kyuhyun dibelakang kami membuat langkahku dan Joon terhenti. “Kyu…” aku melepaskan genggaman Joon dan mendekat pada kyuhyun. Alin terbaring di kasur troli rumah sakit, aku mendekat dan ikut mendorong kasur troli itu. “Alin…aku mohon..bertahanlah…aku takkan bisa hidup tanpamu…aku mohon…” kata-kata Kyuhyun terhenti setelah Alin sudah masuk kedalam ruang ICU. Kyuhyun hanya tertunduk lemas didepan pintu ruang ICU.

“Kyu…” aku mendekat pada kyuhyun yang sudah duduk dilantai sambil memeluk kedua kakinya yang ditekuk. “Kyu… tadi Joon baru saja melakukan cek ke cocokan ginjal untuk Alin..berdoa lah.. semoga hasilnya cepat keluar dan semoga itu bisa membantu” ucapku sambil berlutut dan memegang kedua tangan Kyuhyun.

***

Author_POV

Hampir satu jam, akhirnya dokter keluar dari ruang ICU. “dok. Bagaimna Alin??.. dia tak apa-apa kan?? Dia bisa disembuhkan kan??? Dokter!!! jawab pertanyaanku..mengapa kau hanya diam? HAH!!! Apa kau bisu!!!!” Kyuhyun mengguncang-guncangkan tubuh dokter itu. “jeosongsimnida.. kami sudah berusaha sebisa kami” Dokter itu menepuk pelan pundak Kyuhyun. “AHHHH!!!!!!!!!!” Brakkk Kyuhyun berlari dari langsung membuaka pintu ruang ICU dengan keras.

Kyuhyun mendekat pada tubuh Alin yang sudah tak di pasang peralatan medis sama sekali. Wajah Alin pucat pasi, “Alin…” perlahan Kyuhyun berjalan mendekat pada Alin. “Alin..irona..aku disini..jebbal.irona chagiya..” Kyuhyun mengelus lembut pipi Alin yang dingin. “Alin..mianhae..jebbal!!..irona…Alin…” Kyuhyun menggenggam tangan Alin, ia meneteskan air mata tepat di atas tangan Alin. Walau Kyuhyun tahu apa yang ia lakukan sama sekali tak berguna, itu semua hanya untuk meluapkan kekecewaannya.

Shin Mi dan Joon mendekat pada Kyuhyun. “Kyu…” panggil Shin Mi. “Alin..jebbal.. irona..” Kyuhyun terus bergumam seperti itu. “Jeosongsimnida.. ini hasil tes dari Lee Joon-ssi,” seorang perawat pria mendekat pada Shin Mi dan Joon. “Yaa!!!! Apa gunanya ini sekarang??? Apa masih bisa menghidupkan Alinku lagi???!!! AHHH!!” Kyuhyun mengambil hasil tes itu dan menyobek-nyobeknya.

***

“onnie..” gumam Hye Lin pada Shin Mi. ia adalah adik Ah lin yang selama ini tinggal di asrama. “tenanglah..berdoalah agar onniemu tenang disana..” Shin Mi merangkul Hye Lin tepat didepan makan Ah lin.

Kyuhyun hanya duduk disamping makan Ah lin. Menangis dan terus menangis, sementara dimakam sudah tak ada siapa-siapa lagi selain Kyuhyun, Shin Mi dan Hye Lin. Semua member pergi agar tak mengganggu Kyuhyun. “oppa..” Hye Lin mendekat dan ikut duduk disamping Kyuhyun. “kurasa onnie disana sedih” Kyuhyun yang mendengar itu sentak menengok kearah Hye Lin. “ne.. bagaimana ia tidak sedih.. jika orang yang ia cintai menangis terus seperti ini…” Kyuhyun terus menatap Hye Lin. “kau tahu??.. onnie pernah bilang padaku, bahwa hal yang akan paling membuatnya sedih adalah…ketika ia meninggal.. ada orang yang menangis di makamnya..apa kau tahu mengapa?.. itu karena onnie ingin..kedatangannya ke dunia ini dan kepergiannya dari dunia ini diiringi dengan senyum..” Kyuhyun kembali menatap makam Ah Lin sementara Hye Lin berdiri dan mengulurkan tangannya pada Kyuhyun. “kajja..” Kyuhyun menyambut tangan Hye Lin dan meninggalkan makan Ah lin.

***

“mianhae…” ucap Joon setelah selesai membawakan barang-barang Shin Mi ke apartement Ah Lin. Karena Hye Lin takut tinggal sendirian di apartementnya, jadilah Shin Mi menemani dan pindah dari rumah kontrakannya. “untuk apa?” tanya Shin Mi tak mengerti. “Untuk semua.. untuk membuatmu menunggu bertahun-tahun, untuk membuat mu kecewa dan sedih..serta untuk masalah Alin…” Shin Mi mengehentikan kegiatannya yang sedang merapihkan barang-barangnya dan mendekat pada Joon. “Untuk Alin?” sebelah alis Shin Mi naik, menandakan ia tak mengerti dengan kalimat tadi. “ne.. seharusnya aku lebih cepat mengecek ginjalku..jika aku tahu bahwa ginjalku cocok..mungkin ini tak akan terjadi..mianhae” ucap Joon menunduk lagi.

Shin Mi kembali berbalik dan merapihkan barang-barangnya dan tak memperdulikan perkataan Joon. “apa kau tak akan memaafkanku?..aku akan melakukan apapun yang kau mau.. yang kau inginkan..sungguh, aku berjanji..asalkan kau mau memaafkanku..” ucap Joon penuh semangat. “jincha??” Shin Mi menoleh dan menatap Joon serius, Joon mengagguk tegas. “ani…aku tak ingin memaafkanmu..” celetuk Shin Mi yang langsung memalingkan wajahnya lagi. “mwo…?? Shin Mi-ah..jebbal..” Joon mendekat pada Shin Mi. “Yaa!! Untuk apa aku memaafkanmu jika tak perlu ada yang di maafkan.. itu semua bukan salahmu, ini semua takdir dari tuhan.. apa yang sudah di gariskan Nya ya seperti ini.. jadi tak perlu ada yang merasa bersalah atau di salahkan, Lee Joon-ssi..” Shin Mi menjelaskan dengan diakhiri oleh usapan atau bisa dibilang mengacak-acak rambut Joon tapi Joon langsung memegang tangan Shin Mi itu dan menatap Shin Mi.

Mereka bertatapan, “ohh..ini bel..” Shin Mi yang berusaha menghindar di tahan oleh Joon. “kalau begitu..boleh aku jujur padamu..” Joon menatap terus ke mata Shin Mi yang membuat Shin Mi tak bisa mengatur detak jantungnya. “apa kau selama ini bohong padaku…” Shin Mi mencoba tenang menjawab semua perkataan Joon. “Sebenarnya..aku..aku.. you know..I love You..” sekarang bukan detak jantung yang cepat lagi yang di rasakan Shin Mi, tapi ia serasa memberhentikan detak jantungnya. “mwo??” Shin Mi membelalakan matanya tak percaya. “ne.. love you..” ucap Joon lebih tegas. “nde??” Shin Mi masih tidak percaya dan terus-terusan bertanya. “Jung Shin Mi!!! I LOVE YOU!!!” Joon sekarang benar-benar berteriak. Shin Mi benar-benar dibuatnya kaget, Shin Mi bingung harus mengatakan apa?.. “What did you say?” tanya Shin Mi lagi, “Love ya..” ucap Joon lembut. “aku..aku..” Shin Mi tergagap dan Joon justru memegang kedua bahu Shin Mi dan menatapnya. “love you too..” Shin Mi langsung memejamkan matanya, wajahnya berubah merah, ia tak berani membuka matanya setelah ia mengatakan kalimat itu tadi secepat mungkin. “mwo?” Joon mulai menggoda Shin Mi dengan mengulang apa yang di lakukan Shin Mi tadi. “hmm..” Shin Mi membuka matanya mantap Joon sebal. Ia sudah susah payah mengatakan kalimat itu, Joon justru tak mendengarnya. “nde??” tanya Joon lagi. “tidak jadi!” jawab Shin Mi ketus sambil berbalik. “hahah mianhae mianhae..” Shin Mi masih membelakangi Joon dan perlahan Joon mendekat lalu memeluk Shin Mi dari belakang. “mianhae…saranghae..”.

THE END

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s