I think I feel I love u

CASTs

  1. Nam Jihyun
  2. Park Sang Hyun (Thunder)
  3. Yang Seung Ho
  4. Heo Gayoon

Nam Jihyun_POV

“Jihyun… mau sampai kapan kau didalam sana?..jam berapa nih??” Sang Hyun berteriak-teriak dari luar pintu kamarku. Walau aku mendengarnya, tapi aku hanya bergumam tak jelas sambil terus merapihkan rambutku. “Nam Jihyun….!! Aku hitung sampai tiga, kalau kau belum juga keluar, aku akan meninggalkanmu…” mendengar Sang Hyun berkata seperti itu aku segera menaruh sisir dan bergegas mencari tasku. “Hana!!!” hitungan pertama, aku berlari mengambil tas yang ada di atas ranjangku. “Dul!!!” hitungan kedua, aku berbalik kearah meja riasku lagi dan mengambil ponselku. Setelah itu aku berlari untuk membuka pintu kamarku, “Set!!!” Brukk aku membuka pintu sambil berlari, na’as nya aku menabrak Sang Hyun. “Auu!” keluhku, sekarang aku berada tepat diatas tubuh Sang Hyun yang jatuh, beberapa detik kami sempat bertatapan, tapi aku sadar dan segera berdiri. “ahh!!.. sedang apa kau berdiri didepan pintu kamarku seperti itu??.. jatuh kan..” aku berdiri dan mengulurkan tanganku untuk membantu Sang Hyun berdiri. Pletakk Sang Hyun langsung menjitakku, “menunggumu .. pabbo.. kajja!!” aku hanya tersenyum masam mendengar perkataannya.

***

Aku dan Sang Hyun duduk disebuah kantor sebuah majalah terkenal di Seoul. Aku tak tahu apa yang aku lakukan disini, Sang Hyun yang mengajakku, bodohnya aku, aku mengiyakan ajakannya dan akhirnya, aku hanya duduk sambil membaca majalah yang membosankan seperti ini.

“Yaa!! Itu bosnya, berdiri” sentak aku segera menutup majalah yang ku baca dan meletakkannya lagi diatas meja. “annyeong haseyo..” ucapku bersamaan dengan Sang Hyun. “annyeong haseyo… duduklah, santai saja” aku tersenyum dan kembali duduk manis ditempatku. “jadi kau, Park Sang Hyun..” seorang namja muda, tinggi dan bisa dibilang tampan itu, melihat kearah Sang Hyun. “ye.. Park Sang Hyun imnida” jawab Sang Hyun sopan. Aku tak tahu mengapa Sang Hyun terlihat sangat formal dan canggung, padahal aku yakin namja didepanku sekarang ini, usianya tak beda jauh dengan kami. “hmm dan kau… apa kau…” namja itu melihat kearahku, “ani aniyo… aku tak ingin bekerja disini… ini bukan duniaku…hehe” sebelum namja itu menyelesaikan kaliamatnya, aku segera memotong dengan bahasa yang bisa dibilang hmm ‘Tidak Sopan’. Plakkk “jaga bicaramu” Sang Hyun masih saja sempat menjitakku.

“haha..gwaechana, oh ya.. aku belum memperkenalkan diri, Yang Seung Ho imnida.. biasanya karyawan disini memanggilku dengan sebutan Bos, mereka semua terlalu berlebihan” Namja yang mengaku bernama Yang Seung Ho itu memperkenalkan diri. “Kurasa tidak juga, ahgassi memang bos disini” ucap Sang Hyun. “berarti aku boleh memanggil Seung Ho saja kan?.. aku kan bukan karyawati disini” Plakk ucapku disertai jitakan Sang Hyun. “aduhh.. kau suka sekali menjitakku sih…huh” aku mengelus-elus kepalaku yang sudah tiga kali di jitak oleh Sang Hyun hari ini.

***

Park Sang Hyun_POV

Yap!! Aku berhasil masuk ke perusahaan itu. Rencanaku bisa berjalan dengan lancar kalau seperti ini terus. Besok aku sudah mulai bekerja, aku tak boleh mengacaukan hari pertamaku bertemu dengannya. Gumamku dalam hati sebelum tidur.

“Yaa!! Eodiya?? Aku tunggu di depan Access Shop sekarang… Ppalli!!!” aku langsung menutup flap ponselku sebelum Jihyun menjawab. Aku menunggu dengan gelisah selama 5 menit lebih sampai akhirnya aku melihat seorang yeoja dengan celana hotspan dan sweater yang terlihat kebesaran datang menghampiriku.

“yaa!!! Kau tahu ini jam berapa???…hah!!!” Jihyun berteriak tepat didepan mukaku sambil mengusap-usap kedua telapak tangannya yang tak menggunakan sarung tangan. “Bantu aku.. kajja!!” tanpa memperdulikannya, aku segera menarik tangannya untuk masuk kedalam toko aksesoris didepan kami sekarang.

“pilihkan yang bagus, untuk yeoja yang sangat mirip dengan model” aku menunjuk jajaran jam tangan di etalase. Jihyun menatapku bingung tapi iya langsung berpaling ke etalase didepan kami. Ia terlihat berpikir dan memilih, “igeot!!.. kurasa seorang model sangat cantik jika memakai jam ini” Jihyun menunjuk sebuah jam tangan putih dengan hiasan yang sangat bisa membuat jam tangan itu terlihat mewah dan cantik. “ahjussi.. aku lihat yang ini..” ucapku pada ahjussi pemilik toko ini.

“coba kau pakai…” aku mengambil tangan Jihyun untuk mencoba, karena aku tahu warna kulitnya sangat mirip dengan yeoja yang akan kuberikan jam ini. “hmm bagus… oke ahjussi, aku beli yang ini”

***

Setelah membeli jam aku langsung naik taxi ke kantorku sekarang. Aku membiarkan Jihyun pulang sendiri karena aku tak ingin terlambat ke kantor dan rumah Jihyun tak terlalu jauh dari toko tadi.

***

Aku sampai di studio dan langsung melihat sosok yang sudah lama takku lihat secara langsung. “Sang Hyun!!!.. hai!!” yeoja itu berlari kearahku dan Hug, ommona!! Dia memelukku. “ternyata benar kau fotografer baru nya.. wahh aku rindu sekali padamu..” yeoja ini melepas pelukannya. “ahh ne..” aku tak bisa berkata apa-apa hanya melintaskan sebuah senyum yang kurasa cukup manis padanya.

***

“huh.. akhirnya selesai juga..” keluhku sambil merapihkan peralatan kameraku. “Sang Hyun.. bagaimana tadi? Bagus tidak foto-fotonya?” Gayoon, yeoja yang sejak tadi membuatku hampir kehilangan nafas datang menghampiri. “sangat bagus.. nanti akan ku cetakkan untukmu” ucapku. “ohh ya.. gayoon-ah, .. igeot.. untukmu” aku mengeluarkan kotak kecil yang kusimpan ditasku. “hmm..apa ini?” Gayoon langsung membukanya, “wahh cantik sekali.. gomawo sang hyun..” Gayoon langsung memakai jam tangan yang kuberikan.

Yang Seung Ho_POV

Aku terpaksa berjalan menyusuri sebuah universitas desain di seoul. Aku melihat sekelilingku mencari sosok yang mungkin cocok untuk dijadikan model baru di majalahku.

“dia..” gumamku melihat sosok yeoja dengan rok mini dan menggunakan sweater merah duduk di bawah pohon. Aku berjalan mendekati yeoja itu, “annyeong..” sapaku, yeoja itu mendongak melihatku. Wajahnya terlihat sangat polos, rambutnya yang diikan satu dan menyisakan poni di dahinya membuat ia terlihat sangat cantik. “neo..??.. nuguseyo??” tanyanya sambil menyipitkan kedua matanya. “Seung Ho, kau ingat?.. bos dari..” belum selesai aku berbicara, ia langsung berdiri “ohh ne.. annyeong.. hmm mianhae.. ingatanku memang sedikit buruk.. hehe” ucap yeoja itu. “haha gwaechana, duduklah lagi…” yeoja ini duduk dan aku pun duduk disampingnya. Ku lihat ia memasukkan beberapa kertas kedalam tasnya. “hmm hari itu, aku belum tahu..” lagi-lagi yeoja ini memotong perkataanku, “Jihyun imnida.. Nam Jihyun”

“jadi, kapan kau akan sidang?” tanyaku setelah yeoja bernama Jihyun ini bercerita tentang kuliahnya di bidang desain dan dalam proses skripsi. “hmm 3 minggu lagi..” jawabnya, “dan kau.. apa kau masih mau mencari model di universitas ini?..” tanya Jihyun. “molla.. hmm bagaimana jika kau saja?”

Nam Jihyun_POV

“molla.. hmm bagaimana jika kau saja?” ucap Seung Ho menatapku. “mwo?? Hahahahha.. aku.. model??.. hahaha mungkin model sandal jepit yang cocok untukku hahaha” sentak aku tertawa mendengar ucapannya. “aku tidak bercanda jihyun-ssi.. kurasa kau memiliki wajah yang cute dan tubuh yang propesional..” lanjut Seung Ho, “aduhh Seung Ho-ah.. tetap saja, haha .. sudah lah, sudah sore.. aku harus pulang” aku segera berdiri sambil merapihkan bajuku. “aku antar.. aku juga ingin pulang” aku menoleh kearahnya setelah mendengar tawarannya, “wahh.. jinchayo??..” mungkin jika di televisi, mataku sudah berbinar dengan bintang-bintang kecil disekitarnya.

***

Ku rentangkan tubuhku di atas ranjang kesayanganku. Seung Ho mengantarku tepat sampai depan pintu gerbang rumahku. Aku bangun lagi dan melepaskan sweaterku dan tasku, ku nyalakan penghangat ruangan. Aku mengambil boneka beruangku dan mulai memejamkan mata.

***

“mengapa kamarku begitu banyak sampah.. huh!!” keluhku sambil berjalan menuju tong sampah raksasa didepan rumahku. “Jihyun-ah!!!…” sampai didepan tong sampah aku mendengar suara Sang Hyun memanggilku, sudah beberapa hari ini aku tak berbicara ataupun bertemu dengannya, mungkin dia sangat sibuk dengan pekerjaannya. “neo.. waeyo?.. kau tak bekerja?” aku menaruh plastik sampah yang kubawa. “kerja.. tapi masih lama.. aku butuh bantuanmu… kau bisa melukis cepat kan?.. tolong lukis foto ini ya?.. sekarang juga..” Sang Hyun menyodorkan sebuah foto yeoja yang sangat cantik, sedang duduk di sebuah kursi di café sambil memegang cangkir, Sang Hyun benar-benar pandai memotret. “siapa dia?” tanyaku setelah beberapa detik mengamati foto itu. “sudahlah.. ayo masuk.. cepat lukis dengan pensil ajaibmu…” Sang Hyun mendorongku masuk.

“Jihyun-ah!!!” sebelum aku benar-benar masuk melewati pintu gerbang, aku mendengar suara Seung Ho memanggilku. “Seung Ho??..ada apa?” aku berjalan kearah Seung Ho dan membiarkan Sang Hyun berdiri di depan gerbang. “aku ingin mengembalikan ini.. aku lihat ini sangat cantik.. sayang bukan jika hilang?” Seung Ho mengulurkan sebuah bross kupu-kupu milikku. “aigoo.. gomapta.. ini bross kesayanganku.. mengapa aku bisa tidak sadar..” aku langsung mengambil bros tersebut. “kalau begitu, aku pulang dulu.. annyeong”.

***

“yap.. selesai!!” kataku setelah selesai melukis foto milik Sang Hyun dengan pensil. “coba lihat!!.. wahhh kau memang pintar…kalau begitu, aku harus segera ke kantor.. bye bye..” Sang Hyun langsung berlari keluar tanpa mengucapkan terimakasih.

Park Sang Hyun, datang padaku jika ada maunya saja.. huh.. aku rasa setelah ini dia akan menghilang lagi jika tak butuh bantuanku.

Yang Seung Ho_POV

Aku memasuki kantorku. Brukk “au” aku menabrak seseorang. “ohh mianhae….ohh Gayoon.. gwaechana?” tanyaku sambil membantu Gayoon berdiri. Ia menatapku sebentar, “aduhh.. sepertinya kakiku terkilir..” rintihnya. Aku membopoh Gayoon ke sofa agar ia bisa duduk.

“Sang Hyun-ssi…!!..”aku memanggil Sang Hyun yang baru saja masuk kedalam kantor. “ada apa bos?” tanyanya, “kau bisa menyembuhkan kaki yang terkilir?.. Gayoon kakinya terkilir.. kau bisa bantu?” berdiri dan melihat kearah Gayoon, “ohh tentu bos.. aku sering menyembuhkan kaki Jihyun jika terkilir..”

Aku meninggalkan Gayoon dan Sang Hyun. Aku duduk di kursiku dan membuka beberapa berkas, “ohh ya.. kertas itu” ucapku seraya mengeluarkan secarik kertas dengan gambar baju yang sangat cantik, kertas ini kutemukan didepan rumah Jihyun tadi. “ini pasti gambarnya” ucapku lagi setelah melihat nama Nam Jihyun di balik kertas itu.

***

“annyeong..” suara Jihyun sambil membuka pintu kantorku. Aku memang menyuruhnya datang. “masuklah…” pintaku, Jihyun pun masuk dan langsung duduk. “sebenarnya ada apa?.. apa ada masalah?.. apa yang bisa ku bantu?” tanyanya berturut. “ada apa?..memang sekarang ada sesuatu, ada masalah?..hmm tidak, ini bukan masalah.. yang bisa kau bantu?.. ne, aku butuh bantuanmu” jawabku sambil mengucap ulang pertanyaannya. “ini desainmu kan?” aku mengulurkan secarik kertas. “ommo!! Bagaimana bisa gambar ini ada padamu?..” Jihyun terlihat kaget dan menatapku bingung. Aku berdiri dan berjalan mendekat padanya, “aku ingin memproduksi gambar gaun itu..eoteohke?” ucapku yang sudah berada disampingnya. “mwo??.. apa kau serius??..” Jihyun sentak berdiri dan menghadap kearahku, aku memegang pundaknya dan mendorong dia untuk duduk lagi. “ne..aku serius.. tapi aku mau, kau juga yang jadi modelnya?..” ucapku lagi tapi sambil menatapnya sekarang. “mwo??.. aku??..” Jihyun berdiri dari tempat duduknya lagi, “kau jangan gila..” lanjutnya. “aku mohon… perusahaanku ini sedang membutuhkan mode dan model baru, desainmu dan dirimu adalah yang paling cocok.. jebbal” aku memegang pundaknya dan menatapnya.

Jihyun terus duduk sambil berpikir di sofa ruanganku. “oke!!.. aku mau!! Tapi aku hanya ingin di foto menggunakan pakaian yang aku desain sendiri.. eoteohke?” pernyataan Jihyun barusan membuatku berteriak senang. “oke.. no problem.. yeahhh” aku berdiri dan menarik Jihyun kedalam pelukanku. “Sillyehamnida..” Suara Sang Hyun sambil membuka membuat ku sentak melepaskan pelukanku pada Jihyun. “ohh kalau begitu.. aku pulang dulu.. bersiap untuk sidang..annyeong..”

Park Sang Hyun_POV

Aku benar-benar tidak bisa tidur sekarang, walau aku senang karena Gayoon menerima fotoku dan lukisannya, tapi ada beberapa kejadian yang membuatku kesal. Bagaimana bisa Seung Ho-ssi mengembalikan bross milik Jihyun?, lalu di ruangan Seung Ho-ssi tadi, bagaimana bisa mereka berpelukan?.. ohh sesange!!! Aku bisa gila sekarang!!

***

Hampir satu minggu aku tak berbicara dengan Jihyun. Bagaimana bisa ia tak menghubungiku? Tapi, mengapa aku yang kesal?. Yang penting Gayoon sudah mulai dekat denganku sekarang.

“Sang Hyun!! Ppalli.. pemotretannya akan segera dimulai” Seung Ho-ssi memanggilku, aku hanya mengangguk mengiyakan perintahnya. Sekarang bukan Gayoon yang aku foto, tapi model baru pilihan Bos kami itu. “Sang Hyun disini..” aku berlari kearah Seung Ho-ssi.

Aku melihat seorang yeoja sudah duduk manis di studio. Ommona!! Bukankah dia, ohh sesange!! Dia..dia.. Jihyun.. benar!! Dia Jihyun, Nam Jihyun. Bagaimana bisa?.. dia menggunakan sebuah Gaun merah yang cantik, high heels merah dengan aksen pita, rambutnya yang terurai dengan mahkota kecil diatasnya. Jihyun, dia..dia benar-benar cantik.. kalian tahu barbie?.. dia sangat mirip dengan boneka cantik itu, kulit Jihyun yang putih membuat ia sangat terlihat sempurna sekarang.

“Sang Hyun.. jangan hanya melamun.. kajja!!” Seung Ho-ssi mendorongku. Jihyun sama sekali tak mengatakan apapun ia hanya menuruti perkataanku dan Seung Ho-ssi untuk bergaya. Mengapa jantungku berdetak lebih cepat?.. ini sangat aneh.

***

Pemotretan selesai, aku merapihkan peralatanku dan segera mencari Jihyun. “Jihyun-ah!!!” aku berlari ke arah Jihyun yang sangat berbeda sekarang, ia menggunakan high heels, rok mini hitam dan atasan merah. “hmm?” gumam Jihyun menatapku penuh tanya. “mengapa kau tidak bilang, kau sekarang bekerja disini?.. dan.. perubahanmu sekarang, sudah ku bilang dulu, kau itu cantik asalkan kau mengikuti mode..” aku mendekat dan merangkulnya tapi anehnya, Jihyun langsung menepis tanganku dari pundaknya. “sejak kapan aku harus laporan padamu?.. dan, aku tidak berubah.. aku masih Jihyun..” Jihyun berputar membelakangiku dan melangkah pergi lagi. “chakam…!!.. ada apa denganmu?..” aku menahan pergelangan tangannya. “heuh! Ada apa denganku?.. bukankah pertanyaan itu harusnya untukmu?.. aku tak tahu sejak kapan kau berubah, ..tapi jujur, aku tak suka dengan perubahanmu” ucap Jihyun sinis. “perubahan, apa maksudmu?” aku memegang kedua bahunya. “maksudku,.. aku tahu kau sahabatku, aku akan membantumu jika kau butuh, walau itu untuk yeoja itu.. aku tak keberatan, tapi sejak kapan kau mulai tak menghargaiku hah!!. Kau hanya datang saat kau butuh bantuanku, setelah itu kau pergi lagi… dan ini!!!” Jihyun melemparkan sobekan kertas dan berlari.

***

“siapa yang menyobek lukisan ini?”, aku memandangi lukisan foto Gayoon yang dilukis oleh Jihyun. “aku harus menjelaskannya” aku segera beranjak dari sofa rumahku dan bergegas pergi kerumah Jihyun.

***

Aku langsung menerobos masuk kedalam rumah Jihyun. “ahjumma.. dimana Jihyun?” aku bertanya pada ahjumma di rumah jihyun, ahjumma itu hanya menunjuk keatas yang berarti Jihyun ada di kamarnya. Aku berlari menaiki anak tangga menuju kamar Jihyun.

Krek “Jihyun..” aku membuka pintu kamar Jihyun. “Sang Hyun?” Jihyun terlihat sedang berdiri di balkon kamarnya. “aku.. aku ingin menjelaskan..” aku menghentikan kata-kataku saat Jihyun menarik tanganku dan membawaku ke balkon. “see… bintangnya banyak ya?.. kau tahu bagaimana bintang itu bisa membentuk pola kupu-kupu?..” Jihyun menunjuk kumpulan bintang dilangit. “jihyun.. aku..hmm mianhae..aku sama sekali tak tahu masalah lukisanmu yang sobek itu.. aku..” Jihyun meletakkan telunjuknya tepat didepan bibirku. “sudahlah.. lupakan.. itu tidak penting.. ohh ya, tadi appa pulang dan membawakan cake, kau pasti suka.. kajja”

***

Aku pulang dengan perasaan bingung. Sikap Jihyun yang seperti itu justru membuatku semakin takut. Biasanya jika ia marah, ia akan marah tapi tadi ia seolah melupakan semuanya. Ini semua membuatku bingung, tapi…. Mengapa aku jadi memikirkan Jihyun?.. bagaimana dengan Gayoon?.. dia kan yang aku suka..

Heo Gayoon_POV

“Jeongmal, yeoja itu membuatku muak. Bagaimana bisa ia merebut perhatian Seung Ho?” gumamku dalam hati. “Gayoon, sedang apa kau berdiri disini?.. masuklah, ka!” Seung Ho menegurku dan kembali berjalan menuju kantor. “ahh ne..” ucapku riang. Aku berlari hingga aku dan Seung Ho sekarang berdampingan. “Seung Ho.. siang ini kau ada acara?.. makan siang bersama, bagaimana? Sudah lama kita tidak makan siang bersama?..”  Seung Ho berhenti sejenak mendengarku. “hmm mianhae.. aku harus ke universitas Jihyun, hari ini dia sidang.. kurasa lain kali saja..”

***

“gayoon… kau sendirian saja” Sang Hyun menghampiriku dan duduk disebelahku. “ohh,.. ne” jawabku singkat karena aku masih kesal dengan alasan Seung Ho tadi pagi. “waeyo?..” tanya Sang Hyun. Aku menatapnya, “huahh!! Hyunie.. aku kesal sekali pada Seung Ho, bagaimana bisa ia menolak tawaranku dengan alasan yang tak penting…huahh!!”

Park Sang Hyun_POV

“huahh!!” seharusnya aku kaget mendengar perkataannya tadi, Seung Ho?. Mungkin kah ia selama ini menyukai Seung Ho. “apa yang kurang pada diriku? Mengapa Seung Ho selalu acuh padaku? Huahh!!” Gayoon menundukan kepalanya diatas meja café, yap! Benar, Gayoon menyukai Seung Ho, tapi mengapa hatiku tak merasa sakit. “kau tahu… semua ini pasti gara-gara yeoja itu… iya benar.. pasti gara Nam Jihyun!! Huah!!” Deg serasa udara disekitarku menghilang, saat Gayoon mengucap kan nama Jihyun. “kau tahu.. apa jika Jihyun yang sidang, Seung Ho juga wajib datang?.. ini tidak ada hubungannya dengan Seung Ho kan?” kalimat terakhir Gayoon membuatku beranjak dari kursiku. “mianhae.. aku harus pergi”

Ini pertama kalinya aku mengacuhkan Gayoon dan ini semua karena Jihyun. Ommona!! Apa sebenarnya yang terjadi padaku?. Mengapa sekarang aku pergi ke universitas Jihyun? Aku ingin melihatnya atau aku tidak rela Jihyun berduaan dengan Seung Ho? Ohh sesange!!! Ada apa dengan hatiku??

***

Aku melihat Seung Ho berdiri tepat disebuah ruangan dan aku yakin itu adalah ruangan sidang Jihyun. Aku berlari dan menghampirinya, “Sang Hyun? Wahh kau juga disini?” Seung Ho tersenyum melihatku, entah mengapa aku tidak suka melihat senyum itu. “ohh ne.. Jihyun?” aku mencoba tersenyum padanya, “mungkin sebentar lagi, dia sudah cukup lama didalam… nah itu dia” aku menoleh ke arah pintu dan melihat Jihyun keluar dengan lesu. Jihyun menatap aku dan Seung Ho bergantian, ia menunduk tapi aku masih bisa melihat air matanya mengalir. “ohh..god.. sudahlah gwaechana..” aku segera memeluknya dan mengelus rambutnya. “heuh..hiks hiks” suara tangis Jihyun semakin terdengar. “hei..ini bukan akhir duniamu.. lagi pula…” aku terdiam saat Jihyun merangkulku dan menatapku sambil tersenyum. “yeahh!!! Aku lulus!!! Yipi!!!! Hahaha” Jihyun langsung memelukku erat.

“aku tahu kau pasti bisa..” ucap Seung Ho di perjalanan mengantar Jihyun pulang, aku juga ikut tentunya. “ahh ne…” jawab Jihyun dengan tersenyum ramah pada Seung Ho dan jujur, aku benar-benar membenci Jihyun tersenyum padanya.

“gomapta…” ucap Jihyun setelah sampai dirumahnya, “jeosongsimnida..aku izin dulu hari ini.. ohh ya bos.. kurasa Gayoon menunggumu di café” ucapku, entah setan apa yang merasukiku, aku mengatakan itu begitu saja. “aisshh!! Jincha? Bukankah sudah kubilang aku tidak bisa.. ya sudah kalau begitu.. aku pergi dulu.. bye”

***

“kau masih marah padaku?” ucapku setelah duduk di sofa kamar Jihyun. “mwo?..marah? untuk apa?” tanya Jihyun sambil membawa beberapa potongan cake dan minuman. “masalah lukisanmu.. aku tak tahu kalau Gayoon akan merobeknya..dan sikapku beberapa minggu ini padamu..” aku mencoba menjelaskan tapi Jihyun justru menyodorkanku sepotong cake. “makanlah.. hmm masalah lukisan.. aku rasa aku lupa.. sudahlah, kau tahu aku gampang lupa kan?..dan..sikap? sikap yang mana? Menjitakku?..aku sudah terbiasa dengan itu kan?” jawab Jihyun, terpaksa aku hanya mengangguk paham.

“Jihyun-ah..” panggilku pada Jihyun yang asik nonton TV. “nde?..” ia menaruh remote TV dan menghadap kearahku, aku dan Jihyun memang duduk di sofa yang sama dan bersebelahan. “kau dan Seung Ho.. hmm.. kalian?..hmm maksudku…” aku menelan ludahku, “mwo?” tanya Jihyun tak sabar. “hmm maksudku.. apa hubungan kalian berdua?.hmm aku tidak bermaksud ikut campur.. tap…hmm” aku belum selesai menjelaskan tapi Jihyun memasukan potongan cake ke dalam mulutku. “hubungan apa?..aku dan dia hanya berteman.. kenapa?.. cemburu ya??? Hahahaha” Jihyun tertawa dan beralih lagi menghadap ke layar televisi. Aku menelan cake yang disodorkan Jihyun tadi dan meminum minumanku.

aku menatap Jihyun yang masih tersenyum sambil menonton televisi. “ne.. aku cemburu” jawabku. Jihyun yang mendengar ucapanku langsung menjatuhkan remote dan wajahnya berubah serius. Jihyun berdiri dan menatapku lagi, “hahhahaha… kau lucu sekali Park Sang Hyun ahhaha” Jihyun berbalik dan berniat pergi sebelum akhirnya aku memutuskan untuk menahan pergelangan tangannya. “aku serius” ucapku lagi seraya berdiri. Sekarang aku dan Jihyun sudah berhadapan. “aku memang cemburu..sungguh.. kau tahu, semenjak aku melihat Seung Ho kerumahmu, aku bertanya bagaimana bisa bross mu ada padanya, lalu saat aku masuk ke ruangan Seung Ho dan melihat mu ada di dalam pelukannya dan hari-hari distudio yang meperlihatkan kedekatanmu dengan Seung Ho, kau tahu aku tidak suka melihat itu… apa lagi tadi.. bagaimana bisa Seung Ho tahu kapan kau sidang sedangkan aku tidak… aku benci itu.. dan aku sangat benci ketika kau selalu tersenyum dan bersikap ramah padanya… aku benci semua itu… aku benci kau tersenyum padanya aku benci jika kau terlalu dekat dengannya, aniyo.. bukan terlalu dekat, tapi bahkan aku tidak suka saat dia hanya menatapmu dari kejauhan… aku benci itu semua!!!” aku berbicara dengan memegang kedua bahu Jihyun dan menatapnya tajam.

Aku terus menatapnya begitu juga dengan Jihyun. “lalu?” tiba-tiba Jihyun bertanya, aku mengangkat sebelah alisku menandakan aku tidak mengerti, “lalu apa yang harus aku lakukan?… aku rasa kau tak berhak seperti itu… aku memang dekat denganmu.. tapi aku bukan yeojachingumu..kau tahu, sejujurnya aku juga tidak suka dengan Gayoon tapi aku sadar, siapa aku dan bukankah aku temanmu, seharusnya aku merasa senang jika kau senang, bukan kah begitu? Dan.. bukankah kau tak peduli padaku?..kau selalu datang padaku saat kau butuh tapi sejak kau bekerja di perusahaan seung ho, kau bahkan tak pernah membagi kesenanganmu padaku..” sekarang giliran Jihyun yang bicara, perlahan tanganku turun memegang lengan atasnya, sikunya lalu kepergelangan kedua tangannya dan sampai pada jemari Jihyun, aku menggenggamnya erat. “kalau begitu.. jika aku akan senang jika aku bersamamu.. bagaimana?.. aku lebih bahagia bersamamu daripada bersama Gayoon.. entah sejak kapan, tapi aku setidaknya menyadari apa yang aku rasakan… mianhae karena bersikap buruk padamu kemarin…” aku menundukkan kepalaku sambil terus menggenggam tangannya. “So?.. what shall I do for you now?” Jihyun tetap menatapku. Perlahan aku mengangkat kepalaku dan menatapnya “jadilah yeojachinguku … jebbal” Jihyun membelalakan matanya mendengar perkataanku. “mwo??” Jihyun tetap menatapku dengan mimik yang kaget. “saranghae.. I think, I feel,.. I love you…Nam Jihyun, can you be my girlfriend?” aku menatap Jihyun penuh harap. “I don’t know, I still hate you… but I can’t say No, now”

THE END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s