Heart to Heart

CASTs:

  1. Jinyoung
  2. Sandeul
  3. Hyun ah

 

Author_POV

“Tell me tell me, sarangeul malhaejwo..tell me tell me ni sarang jeonhaejwo .. love me love me nae pume angyojwo….” Suara alarm ponsel Sandeul terus berdering. Namja itu bangun dan segera mematikan alarmnya. Ia berjalan menuju kamar mandi dengan mata yang masih terlihat mengantuk. Beberapa menit ia habiskan di kamar mandi, sampai akhirnya ia keluar dan segera menggunakan pakaian sekolahnya. Ia pakai almamater sekolah beserta dasinya yang hanya bertengger di lehernya tanpa ia buat simpul. Sandeul mengambil headphone dan mp4 nya yang segera ia play salah satu music dan menggunakan headphonenya. Setelah selesai mengikat tali sepatunya, ia bergegas mengambil kunci mobilnya dan keluar rumah.

Kurang dari 30 menit, Sandeul sudah sampai di sekolahnya. Hwang International School, sekolah swasta yang berstandar international. Ia langkah kan kaki menuju kesebuah kelas. Semenjak kedatangannya, para yeoja terus menatap kagum pada namja satu ini, maklum saja sejak dulu Sandeul memang seorang namja yang cukup popular di sekolahnya.

Sandeul_POV

Aku segera duduk tanpa memperdulikan mata para yeoja yang setiap hari menatapku dengan tatapan “aneh”. “Hyun ah….” Aku melambai pada seorang yeoja yang baru saja masuk kelas, dia hanya tersenyum kecil dan duduk di sebelahku. “Annyeong…” ucapku dengan mengedipkan mataku berkali-kali padanya. Plakkk “jangan lakukan itu padaku.. aku bukan fans mu” Hyun ah menjitak kepalaku pelan, “auu!! Kau ini… tapi aku kan fans mu..” aku mencubit pipinya kecil, “aihh.. sandeul!!!!!” ia mengeluh. Aku dan Hyun ah sudah bersahabat sejak kami sekolah dasar, entah mengapa, aku selalu nyaman bersahabat dengannya.

***

Jam pulang akhirnya berbunyi juga. “Hyun ah.. aku antar pulang ya?” tawarku sambil berdiri tepat dihadapan Hyun ah yang sedang merapihkan bukunya. “aihh.. mengapa harus kau yang selalu berkata seperti itu…” keluhnya seraya bangkit dari kursi yang ia duduki. “haha kau ini.. kajja!” aku merangkul pundak sahabatku itu.

Hyun ah_POV

Sandeul terus merangkulku meskipun ia tahu hampir semua mata yeoja menatapku sinis. “yaa!! Sebaiknya kau singkirkan tanganmu” aku berbisik. “hmmm” sandeul hanya menggeleng.  Aku berusaha terus berjalan menatap kedepan berusaha tak memperdulikan tatapan-tatapan para yeoja disekitar aku dan Sandeul.

Brukk “ahhh” aku hampir saja terjatuh jika Sandeul tak menahanku. “Yaa!!! Bisakah kau melihat ada orang disini hah???!!!” aku segera berdiri sambil membenarkan letak almamaterku. “ahh mianhae.. mianhae” seorang namja sudah berdiri dihadapanku dan membungkukkan tubuhnya berkali-kali. “ahh sudahlah..” aku yang sudah malas membahas masalah yang tak penting ini pun segera berjalan melalui namja yang masih tertunduk itu.

“Yaa!! Chagi chakam!!” Sandeul berlari dan langsung merangkulku lagi. “mengapa kau tidak marah-marah dulu sih chagi? Tidak biasanya” lanjutnya. “aku malas” jawabku singkat. Sandeul hanya mengangguk dan segera membuka pintu mobilnya untukku lalu beralih ke bangku “supir”.

***

Aku hanya duduk di kursiku, sebelum Sandeul datang. “mianhae.. apa ini ada yang menempati?” aku mendongak melihat siapa yang berbicara. Seorang namja berdiri tepat disampingku dan menunjuk kursi Sandeul. “hmm..igeot…” aku belum selesai bicara namun Sandeul sudah ada. “eits.. mianhae.. ini kursiku..” Sandeul langsung duduk. “ohh mian..” namja itu pun membungkuk meminta maaf. “kursi ini kosong.. kau bisa duduk disini” Sandeul langsung menunjuk kursi tepat dibelakangku. Namja itu pun tersenyum dan segera duduk disana. “hmm by the way.. Sandeul imnida” Sandeul mengulurkan tangannya kepada namja itu. “ohh ne.. Jinyoung imnida”  namja itu pun membalas. Aku masih terus sibuk dengan bukuku tanpa memperdulikan mereka berdua. “Yaa!!.. hmm dia Hyun ah..” Sandeul memutar tubuhku dan menggerakan tanganku kearah namja itu. “ahh ne.. jinyoung imnida” jawabnya.

Sepanjang jam pelajaran, Sandeul terus berbicara dengan Jinyoung dibelakang. Seosaengnim tak mungkin berani menegur Sandeul, karena orang tua Sandeul adalah pemilik yayasan ini. “Sandeul.. bisakah kau tenang sebentar saja.. aku tidak konsen” aku melirik kerahnya dan ia hanya mengangguk. Beberapa saat sandeul memang diam, itu sedikit membuatku tenang.

Jinyoung_POV

Hari pertamaku di sekolah baru cukup menyenangkan. Aku sudah mendapatkan dua orang teman yang sangat baik. Sandeul teman yang baik dan menurutku Hyun ah juga, walaupun Hyun ah tidak seaktif Sandeul, tapi mungkin itu karena kita belum akrab. “Yaa.. Jinyoung-ah.. kau pulang kemana? Kita bisa pulang bersama” Sandeul yang menggandeng Hyun ah menghampiriku. “ahh ani.. aku membawa motor sendiri.. itu” aku menunjuk motor merahku di jajaran parkir motor. “hmm araseo.. kajja!!” Sandeul pun berjalan melewatiku dengan tetap menggandeng Hyun ah. Entah mengapa, seperti ada yang aneh dengan Hyun ah, dia tak banyak bicara dan tak begitu memperdulikanku.

Sampai dirumahku, aku baru sadar bahwa pelayan dirumah sedang tidak ada. “hmm aku harus beli makanan” gumamku setelah mendengar suara perutku sebelumnya. Aku pergi keluar rumah untuk mencari restaurant atau kedai terdekat. Di tengah perjalanan aku melihat Hyun ah yang juga sedang berjalan sendiri. Aku pun berinisiatif untuk menghampirinya, “hyun ah..” aku memanggilnya pelan setelah cukup dekat dengan nya, “ohh Jinyoung..” Ia menoleh dan sedikit tersenyum. “sedang apa malam-malam begini .. ??” tanyaku yang sudah ada disampingnya dan terus berjalan bersamaan. “hmm aku suntuk dirumah.. kau sendiri?” tanyanya balik. “aku lapar.. kau tahu dimana restaurant atau kedai terdekat.. aku sudah tidak sanggup menahan lapar ku” ucapku sambil mengelus-elus perutku. Hyun ah mengangguk dan menggandeng tanganku, “mau kemana?” Tanya ku di sela-sela langkah kami, tetapi Hyun ah tak menjawab. “sampai…ini restaurant mini yang paling terkenal disini.. kajja!” Hyun ah membawaku kesebuah restaurant mini yang unik dan terkesan antik.

Aku habiskan waktu kurang lebih dua jam direstaurant itu sambil berbincang dengan Hyun ah. Aku baru tiba di rumah pukul 12 malam. Malam ini aku melihat sosok lain dari Hyun ah, dia terlihat lebih ramah padaku disbanding tadi pagi di sekolah.

***

Sudah hampir satu bulan aku pindah sekolah, semakin banyak teman yang ku dapat dan aku semakin akrab dengan Sandeul dan Hyun ah. “Yaa! Jangan melamun…” Hyun ah dating sambil menepuk bahuku. Aku hanya tersenyum padanya, “sedang memikirkan apa?” Tanya Hyun ah yang langsung duduk disampingku. “hmm aniyo.. kau sendiri, untuk apa kesini?” tanyaku balik. “Igeot…” Hyun ah menunjukan sebuah buku Fisika didepan mataku, “ajari aku.. jebbal!! Besok ada ulangan fisika dan ada beberapa yang belum aku mengerti” lanjutnya dengan memasang wajah yang memelas. “hm araseo.. nanti sepulang sekolah kau kerumahku saja, eoteohke?” aku mengelus rambutnya, Hyun ah hanya mengangguk semangat.

Sandeul_POV

“Hyun ah…” aku memanggil hyun ah yang sudah hampir keluar kelas, “ne..wae?” ia membalikkan tubuhnya. “hmm nanti malam kita makan bersama, eoteohke?.. aku yang traktir” tawarku sambil merangkulnya. “hmm mianhae.. aku sudah ada janji” jawab Hyun ah. Aku sejenak terdiam, Sejak kapan Hyun Ah memiliki janji selain denganku? Apa dia memiliki janji dengan namjachingunya? Tapi dia kan belum mempunyai…. “Sandeul…heii!!” Hyun Ah membuyarkan lamunanku dengan mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku. “ahh ne.. hmm janji? Dengan siapa? Untuk apa? Tidak biasanya” tanyaku berturut. “aku ada janji dengan Jinyoung, sekarang aku ingin kerumahnya.. aku duluan ya?..Dia pasti sudah menunggu di depan.. bye…” Hyun ah pun berlari cepat. Aku hanya bisa melihat punggungnya yang semakin lama semakin menghilang.

***

Aku duduk di balkon rumahku, mengapa mereka terlihat semakin dekat? Apa mereka memiliki hubungan khusus? “AHHHH!!!” aku mengacak-acak rambutku sendiri. Tanpa piker panjang, Aku segera mengambil kunci mobilku dan pergi menuju rumah Jinyoung.

Ting Nong..Ting Nong aku menekan terus bel rumah Jinyoung. Ting Nong Ting Nong aku terus menekan bel sambil mondar-mandir didepan pintu rumah Jinyoung. Sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan? Cepat buka Jinyoung-ah!!. “Ne.. nuguse…ohh Sandeul, masuklah” ucap Jinyoung sedikit kaget dengan kehadiranku. Aku berjalan menuju ruang tamu, “Hyun ah, lihat siapa yang dating” teriak Jinyoung. Aku melihat Hyun ah sedang duduk manis dibawah dengan tangan yang melipat kemeja dan kepalanya disandarkan di lipatan tangannya. “Sandeul….” Hyun ah menengok dan segera berlari kearahku.

Untuk beberapa jam kami belajar bersama. Tetapi entah mengapa, semua pelajaran yang kami pelajari sulit sekali masuk kedalam otakku. Walau tanganku terus menulis, telingaku terus mendengarkan Jinyoung menjelaskan, tapi mataku hanya tertuju pada Hyun ah dan Jinyoung yang sesekali terlihat sangat akrab. Apa-apaan mereka berdua? Ini acara belajar bersama atau mesra-mesraan sih?!!  Gerutuku dalam hati. “Hyun ah.. sudah tengah malam… ku antar kau pulang” aku merapihkan semua bukuku dan buku Hyun ah. “hmm ne… Jinyoung seosaengnim.. gamsahamnida… bye bye” ucapnya melambai pada Jinyoung.

Jinyoung_POV

Sudah 3 bulan lebih aku berada disekolah ini, tentu saja sangat menyenangkan. Sandeul dan Hyun ah adalah teman baikku. Dulu aku sempat berpikir bahwa mereka berdua pacaran, ternyata tidak sama sekali. Sandeul namja yang menjadi idola di sekolah jika ia memiliki seorang yeojachingu, ia tinggal tunjuk saja yang ia mau. Berbeda dengan Hyun ah, walau Hyun ah cantik, manis, lucu dan baik, tetapi sifat mudah marahnya itu yang menjadi penyebab nomor satu namja disekolah ini takut padanya. Jujur, aku sangat menyukai Hyun ah, rencanaku untuk menyatakan cinta padanya adalah besok, aku harap ia akan menerimaku.

AUTHOR_POV
Sandeul terus duduk disamping Hyun ah, memperhatikan yeoja cantik itu terus melukis diatas kertas gambarnya. Sandeul sangat senang melihat Hyun ah seperti ini, karena ia puas memandanginya. “Jinyoung kemana? Hari ini aku belum melihatnya setelah pulang sekolah” Tanya Hyun ah  pada Sandeul yang sentak membuat namja itu kaget. “hmm molla.. naneun Jinyoung eomma anida” jawab Sandeul ketus.

Sandeul sangat menyadari bahwa ia mulai merasakan cinta pada Hyun ah, yeoja yang dulu hanya ia anggap sebagai teman. Semenjak Jinyoung dan Hyun ah dekat, Sandeul selalu gelisah, Hyun ah itu milikku, jangan macam-macam kau Jinyoung gerutu Sandeul ketika Hyun ah dan Jinyoung dekat.

***

Hari ini Jinyoung sudah mempersiapkan alat tempurnya, ia membeli seikat bunga dan coklat untuk menyatakan perasaannya. Lama sekali dia datang  keluh Jinyoung yang sebelumnya menyuruh Baro untuk memanggil Hyun ah. “Jinyoung ah…” panggil Hyun ah yang sudah berada di taman sekolah. “kau sudah datang.. duduklah..” Ia pun duduk disamping Jinyoung. Hyun ah memandang Jinyoung yang terlihat kikuk dihadapannya. “Yaa!! Ada apa? Baro bilang kau mencariku?” Hyun ah yang bingung dengan sikap Jinyoung pun membuka percakapan.

“hmm aku ingin menyatakan sesuatu” jawab Jinyoung lebih kikuk dari sebelumnya

“Yaa!! Capatlah.. waeyo? Aneh sekali”

“sebenarnya.. aku.. hmm maksudku.. aku… ak…”

“Jinyoung!! Sebenarnya kau ingin mengatakan apa???!!! Ppalli!!!” Hyun ah berdiri dan bertolak pinggang didepan Jinyoung.

“Saranghae!!!!!!!!!” Jinyoung sentak berdiri dan mengatakannya dengan lantang. Jarak wajah mereka berdua menjadi sangat dekat.

“huh?” Hyun ah perlahan mundur, agar wajah mereka tidak terlalu dekat.

***

Hyun ah pulang dan segera mandi. Pikirannya terus tertuju pada kalimat Jinyoung di taman tadi. “aku harus jawab apa?” gumam Hyun ah setelah memakai baju dan memandangi bunga dan coklat pemberian Jinyoung. Ia menatap dirinya di cermin riasnya sambil duduk. tangannya dilipat dan kepalanya bersandar di atas lipatan tangan Hyun ah di meja. Tanpa pikir panjang ia menelpon sahabatnya yang tidak lain adalah Sandeul.

“Yoboseyo..” jawab sandeul

“Sandeul….” Panggil Hyun ah lirih

“ne.. wae? Tidak biasanya kau menghubungiku malam-malam seperti ini”

“Jinyoung….dia ..hmm dia…”

“hmm ne.. dia kenapa?”

“dia bilang dia mencintaiku” Jawab Hyun ah cepat untuk menjaga rasa tak karuan yang ia rasakan.

Sandeul terdiam, kepalanya mulai pusing, jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat dari sebelumnya, udara disekitarnya seakan menghilang sehingga ia kehilangan nafasnya sesaat.

“Hmm baguslah kalau begitu.. Jinyoung baik” jawab Sandeul dengan berusaha ceria walau sebenarnya hatinya sangat sakit.

“eoteokhae?” lanjut Hyun ah

“mengapa kau bertanya padaku, lakukan apa yang ingin kau lakukan, tapi Jinyoung namja yang baik.. pintar pula.. ditambah dia berani menyatakan perasaannya padamu, itu patut diberi empat jempol…”

“hmm begitukah? Jadi aku harusss…..”Hyun ah lemas mendengar penjelasan Sandeul

“menerimanya lah chagi…ohh ya.. aku sudah ditunggu eommaku.. ku tutup ya Hyun ah.. yoboseyo”

Tut Tut Tut Tut

***

Pagi hari ini sandeul pergi dengan tak bersemangat, ia bahkan lupa membawa mp4 nya, padahal ia membawa headphone. “ehh jadi benar?… wahh Jinyoung daebak!! Yeoja seperti Hyun ah bisa didapatkan dengan mudah… ya ya.. ara.. kesempatan kita untuk Sandeul makin lebar ahahhahahah” Sandeul mendengar percakapan Yeoja-yeoja di sekolahnya. Mereka semua menyapa Sandeul dengan ramah, lebih ramah dari sebelumnya.

“Sandeul…!” Sandeul yang baru saja tiba di kelasnya langsung disambut oleh Hyun ah. Sandeul hanya tersenyum, memaksakan agar perasaan yang ia rasakan bisa hilang dengan cepat. “Sandeul.. hari ini kita main kerumah mu ya?.. aku baru saja dibelikan DVD baru oleh appaku” Tawar Hyun ah ceria. Sandeul menelan ludah dan berusaha tersenyum ceria seperti biasanya. “ahh ne ne.. Jinyoung… kau pasti ikut kan?.. DVD yang dimiliki Hyun ah sangat seru.. sayang jika tidak menontonnya” Sandeul menghadap kebelakang, tepat di mana Jinyoung duduk manis. Jinyoung hanya mengangguk setuju.

***

Sudah tiga hari Hyun ah dan Jinyoung menjalin hubungan, tapi tak ada yang spesial dari mereka, sama seperti Hyun ah dan Jinyoung sebelum mereka pacaran. “sandeul!! Aku punya tiket nonton.. nanti malam nonton ya..??” ajak Hyun ah sambil menunjukan empat tiket nonton yang ia miliki. “Hmm asikk!! Jinyoung pasti ikut kan? Sudah diberi tahu?” tanya sandeul yang menatap wajah Hyun ah. Seketika itu juga wajah Hyun ah berubah muram, atau bahkan kesal “mengapa mengajaknya juga?..dia kan tidah suka nonton” ucap Hyun ah

“dia kan namjachingumu”

“ahh sudah lah… kau yang berikan ya?..bye bye” Hyun ah langsung berlari meninggalkan Sandeul sendirian.

***

“Sampai kapan aku haru seperti ini? Sampai kapan aku membohongi diriku sendiri dan Jinyoung? Sampai kapan aku haru menganggapmu teman? Sampai kapan kau akan menutup matamu untukku!!! AHHHHH” Hyun bergumam kesal sebelum akhirnya ia pergi ke Bioskop tempat mereka membuat janji.

***

Selesai mereka menonton, mereka mampir kesebuah café dan minum disana. “filmnya seru ya? Aku suka saat yeojanya lompat dari atas itu.. wahh keren!!!” ucapp Hyun ah semangat pada Sandeul, “ne.. benar… aku juga suka yang itu.. yeoja itu sangat hebat… aku saja belum tentu berani” balas sandeul tak kalah semangat. “aku tidak suka film action” ucap Jinyoung. “lalu kenapa kau ikut?..kau pasti lebih suka bermain game di rumah dari pada nonton” celetuk Hyun ah. “ahh kalian .. sudah sudah…” menyadari suasana diantara mereka sudah tidak kondusif, Sandeul pamit terlebih dahulu. “aku duluan ya.. bye… have fun” ucap Sandeul sambil melambai kearah Jinyoung dan Hyun ah.

Hyun ah hanya cemberut tak bersemangat, sejak sandeul pulang, suasana menjadi sangat kikuk. Mereka pun memutuskan untuk pulang juga.

***

“aku tahu.. dan ini tidak boleh dibiarkan!!!” Gerutu Jinyoung yang melihat Sandeul yang menatap Hyun ah yang sedang duduk di bangku taman. “ikut aku!!!” Jinyoung menarik tangan Sandeul menghampiri Hyun ah. “hmmm??” Hyun ah menatap bingung ke arah mereka berdua. “katakan!!!” bentak Jinyoung pada Sandeul. “mwo? Aku tak mengerti” Sandeul lebih bingung dengan perilaku Jinyoung. “ada apa? Mengapa dengan kalian?” tanya Hyun ah tambah bingung dengan ucapan Sandeul tadi. “sudah lah biar aku saja!!!..hmm.. aku tak tahu apa yang kalian lakukan padaku… neo!! Hyun ah!! Aku tidak suka kau bohongi… bagamana bisa kau menerimaku hah?.. kau pikir aku bodoh?.. jika kau tak menyukaiku tak perlu memaksakan perasaanmu!!!!!” lanjut jinyoung.

“apa maksudmu? Aku tak mengerti” Hyun ah mengerutkan keningnya

“ne.. apa maksudmu Jinyoung-ah??” sambar Sandeul

“Hyun ah.. kita PUTUS!!!!” lanjut Jinyoung

“YAAA!!! Apa yang kau katakan???” Sandeul menggenggam erat kerah Jinyoung. Jinyoung segera menepis tangan Sandeul. Mendorong tubuh Sandeul agar lebih dekat dengan Hyun ah, “aku tak ingin menjadi sahabat yang egois..katakan oke?.. bye bye” Jinyoung pun pergi dengan senyum diwajahnya.

Sandeul dan Hyun ah hanya diam, mereka masih bingung dengan sikap Jinyoung, tapi mereka justru lebih bingung dengan keadaan sekarang. Baru kali ini mereka berdua merasa kikuk, “hmm Hyun ah..” Sandeul memberanikan diri untuk membuka pembicaraan. “nde..” seketika Hyun ah membalik tubuhnya menatap Sandeul, begitu pula sebaliknya. Beberapa detik mereka bertatapan muka dan itu cukup membuat jantung mereka berdetak tak normal. “Sandeul.. mianhae” ucap Hyun ah tiba-tiba, “Mwo??” Sandeul mengangkat kedua alisnya tak mngerti, “mianhae… sudah membohongimu.. aku..hmm.. aku..sebenarnya tidak sama sekali menyukai Jinyoung.. yang aku ..hmm yang ku sukai itu… itu.. hmm” Hyun ah berusaha menerangkan dengan sedikit tergagap, tetapi Sandeul langsung meletakkan jari telunjuknya dibibir Hyun ah. “saranghae” ucap Sandeul yang di sambut dengan tatapan Hyun ah yang kaget, “mianhae… aku baru bisa mengatakannya sekarang.. but.. I really love you..” lanjut Sandeul.

Sejak saat itu, Sandeul dan Hyun ah mulai menjalin hubungan. Walau mereka sudah menjadi pasangan kekasih tetapi kebiasaan mereka masih sama seperti dulu. Mereka juga masih bersahabat dengan Jinyoung.

***

“Jinyoung… yang itu cantik . kau suka??” tanya Sandeul, “ahh sudahlah.. aku bisa cari sendiri” keluh Jinyoung, “Jinyoung-ah.. itu yang itu…” lanjut Hyun ah. “Yaa!!!! Stop it…”

THE END

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s