Do You Still Love Me? (Part III)

Cast

  1. Lee Donghae
  2. Lee Hyuk Jae
  3. Leeteuk
  4. Hye Ri
  5. Hyo Rim

Cerita Sebelumnya

Aku menggeleng “Aniyo.. aku lupa perasaan itu, bagaimana perasaan itu? Seperti apa perasaan itu? Aku sudah melupakannya” aku ikut menatap langit yang dihiasi bintang malam ini.

“hmm.. bisa kau ajari aku bagaimana melupakan perasaan seperti itu?” oppa mulai memandang kearahku,

Aku menggeleng, “jangan minta bantuanku.. karena itu hanya kau yang bisa mengatasinya”

***

Shin Hye Ri_POV

Setelah Eunhyuk oppa mengantarku pulang, aku mandi dan merebahkan diriku di ranjang apartement. Ku tatap langit-langit kamarku, kau sudah berada di Seoul lagi sekarang, berarti kau membongkar perasaan yang kau kubur dulu bukan? Kalimat itu terus datang dalam pikiranku, perasaan itu? Dulu?. Semua kejadian dan kenyataan ini membuat ku bingung, Hyo Rim onnie yang mencintai Donghae oppa, Eunhyuk oppa yang akan selalu mencintai Hyo Rim onnie, aku yang terus mencoba melupakan perasaanku pada Donghae oppa, lalu… apa perasaan Donghae oppa sebenarnya? Apa ia sungguh-sungguh mencintai Hyo Rim onnie? Atau?? Ahhhh.. semua ini membuat kepalaku sakit.

Lee Donghae_POV

Aku menemani Hyo Rim makan hingga selesai dan mengantarnya pulang. Tak ada percakapan panjang antara kami, dia memang bercerita banyak tentang pekerjaannya tetapi aku hanya menjawab dengan anggukan dan bergumam tidak jelas. Pikiranku terus tertuju pada bungan, tangan dan orang itu. Bunga dari siapa itu? Bagaimana dia membiarkan Eunhyuk menarik tangannya? Apa hubungan mereka berdua?, semua pertanyaan menumpuk di otakku. “Huahh!!! Aku bisa gila…” ku acak-acak rambutku.

“memang kau sudah gila…” teriak Leeteuk hyung dari arah dapur,

“hyung…” aku tersentak kaget, tak kusangka ada Leeteuk hyung disini.

“so.. siapa yang kau pilih?” Leeteuk hyung menghampiriku dan menjulurkan segelas coklat panas,

“hmmm maksud hyung?” aku mengambil coklat panas yang hyung berikan dan menatapnya heran,

“ne.. kau pilih yeojachingumu atau yeoja di dompet, ponsel dan laptopmu itu?” Leeteuk hyung menatap dengan penuh rasa penasaran dan yakin.

Jantungku seakan berhenti berdetak, bagaimana hyung bisa tahu? Apa?,

“hyung…” aku memalingkan wajahku dan meminum coklat panas yang ia berikan,

“aku tahu.. yeoja itu pasti sangat spesial bagimu.. tak ada foto yeoja lain di dompet, ponsel dan laptopmu, tapi.. kenapa terlihat seperti masih kecil? Kau tidak punya kelainan bukan?” Leeteuk hyung mendekatkan wajahnya dan mengerutkan keningnya serta menatapku tajam,

“ahh tentu saja tidak hyung…. Itu foto enam tahun yang lalu”, kuambil dompet ku dan menatap foto Hye Ri yang enam tahun lalu.

Kuceritakan semua pada Leeteuk hyung, hyung memang teman curhatku. Walau aku baru mengenalnya dua tahun yang lalu, tapi aku tahu dia adalah orang yang baik.

“lalu…?” tanya Leeteuk hyung setelah mendengar semua ceritaku,

“hmm” aku menggeleng sambil bangkit dari sofa dan menuju balkon apartementku.

Ku tatap pemandangan kota Seoul,

“kau harus memutuskan pilihanmu, ..” hyung menghampiriku dan ikut memandang ke atas langit, “kau tak ingin menyakiti keduanya bukan?” lanjut Leeteuk hyung.

Aku menengadah ke langit, ku pandangi bintang malam ini

“tapi…” aku menarik nafas “sepertinya yeoja yang benar-benar aku cintai tak mempunyai perasaan yang sama denganku..” aku menghembuskan nafas.

Dadaku masih terasa sesak karena tiba-tiba aku ingat kata-kata Hye Ri beberapa hari yang lalu Hyuk oppa selalu menemaniku, apa hubungan mereka sebenarnya?, bunga mawar tadi? Dan genggaman tangan Hyuk yang tak dilepasnya seperti ia melepas genggamanku. “Donghae!!”

Aku tersentak mendengar teriakan Leeteuk hyung,

“berapa ratus kali lagi aku harus memanggilmu hah??” Leeteuk hyung memegang bahuku dan mengguncangkannya.

“sudahlah.. kau putuskan sendiri… aku lelah, ingat besok jadwalmu padat, jadi.. beristirahatlah lebih cepat, aku tak ingin kau pingsan!” Leeteuk hyung meninggalkanku sendiri di balkon.

***

Tubuhku lelah sekali, ku rebahkan tubuhku di kursi belakang mobil, akhirnya hari yang melelahkan terlewati juga.

“kau ikut kan Donghae?” Leeteuk hyung naik kedalam mobil dan mengendarainya.

“mwo? Ikut apa lagi hyung?” keluhku tetap merebahkan tubuhku dan menatap keluar jendela mobil,

“kau ini!! Hyo Rim dan agensinya mengundang kita di pesta perayaannya..” bentak hyung, aku terus menatap keluar jendela,

“So?? Kau ikut?” tanya hyung untuk kedua kalinya,

“huft! Terserah hyung saja” aku memejamkan mataku dan tanpa sadar aku pun terlelap.

***

“Donghae.. irona!!!” kudengar suara hyung berteriak, aku tak memperdulikannya dan memejamkan mataku lagi,

“Donghae!!!!” suara itu sangat menggangguku, aku bangun dan keluar dari mobil

“mwo?? Bisakah hyung membiarkanku beristirahat sebentar saja? Huh” aku menatap Leeteuk hyung yang sudah berdiri dihadapanku,

“kau ini!! Lihat.. kita sudah berada di tempat pestanya,.. bukankah kemarin sudahku bilang kau istirahat, tapi kau justru melamun semalaman, tanggung sendiri akibatnya.. ayo masukkk!”

Leeteuk hyung mulai dengan ceramahnya, aku hanya diam dan mengikuti hyung masuk kedalam diskotik.

Sepanjang pesta aku hanya duduk diam, sambil meminum sedikit wine. Aku sadar Hyo Rim ada disini, tapi aku terlalu lelah untuk meladeni nya. Ku tatap setiap sudut ruangan pesta, semuanya asik dengar obrolannya masing-masing, ohh ommo!!,

“Hye Ri..??” gumamku pelan melihat sosok yeoja disamping Hyo Rim,

Ani..Ani.. aku pasti bermimpi, aku mabuk, aku yakin itu kataku dalam hati memastikan. Tak lama aku melihat Eunhyuk mendekatiku,

“Donghae… mengapa kau diam saja?” ia langsung duduk disampingku,

“hmm Hye Ri.. duduk disini saja!” aku kaget mendengar teriakan Eunhyuk yang melambaikan tangannya kearah yeoja yang ku kira Hye Ri … dan benar saja itu memang Hye Ri.

“Hye Ri??” mataku tertuju pada Hye Ri yang sudah berada di depanku,

“ne oppa..” jawabnya sambil duduk disampingku.

“ohh ne.. kau pasti heran mengapa Hye Ri bisa ada disini?? Kau tahu Donghae? Dialah yang menjadi desainer pakaian yang Hyo Rim pakai sehingga bisa memenangkan kontes modeling kemarin..hebat bukan??” Eunhyuk mengambil gelas yang kupegang dan meminum wine didalamnya,

“dan kau tahu Donghae?? Setengah mati aku mengajaknya kesini.. jika tidak ku paksa mungkin dia sedang asik diapatementnya atau di taman” lanjut Eunhyuk.

Aku hanya mendengarkan cerita Eunhyuk dan menatap ke arah Hye Ri, dia hanya tersenyum menanggapi Eunhyuk.

Tak ada percakapan antara kami bertiga, Eunhyuk terus minum dan Hye Ri hanya melamun tanpa mengatakan sepatah katapun.

“hmm oppa aku pulang duluan ya?..” tiba-tiba Hye Ri beranjak dari sofa,

“secepat itukah??” tanyaku langsung sambil ikut berdiri, ia hanya mengangguk,

“ohh Hye Ri.. biar ku antar..” Eunhyuk juga beranjak dari sofa tetapi sangat terlihat bahwa ia mabuk berat,

“oppa..kau mabuk??” Hye Ri mendekati Eunhyuk dan memegang lengannya, mungkin karena Eunhyuk terlihat tak bisa menopang tubuhnya sendiri.

“kau mabuk.. lebih baik ku antar kau pulang… biar mobilmu diantar Leeteuk hyung nanti” jelasku seraya ikut menopang tubuh Eunhyuk, dia tak berkata apapun.

Setelah mencari Leeteuk hyung dan meminta kunci mobil serta menyerahkan kunci mobil Eunhyuk, aku segera menghampiri Eunhyuk dan Hye Ri lalu membawanya ke mobilku. Eunhyuk duduk di kursi belakang begitu juga dengan Hye Ri yang menemaninya.

“Donghae… kau mau kemana???” Hyo Rim berlari kearahku,

“pulang… Eunhyuk mabuk berat” jawabku sambil melihat kearah Eunhyuk yang sudah menyandarkan kepalanya di bahu Hye Ri,

“mwo??..” Hyo Rim menoleh kearah Eunhyuk,

“oppa kau??” wajah Hyo Rim berubah panik,

“dia takkan kenapa-napa onnie.. lebih baik onnie masuk kedalam lagi, kau adalah bintang pesta ini” Hye Ri tersenyum menjelaskan kepada Hyo Rim.

Wajah Hyo Rim masih dengan mimik panik tetapi ia langsung berbalik,

“Donghae.. hati-hati..” ia menoleh, aku hanya mengangguk dan masuk dalam mobil.

Setelah mengantar Eunhyuk ke rumahnya, Hye Ri pindah ke bangku depan. Selama perjalanan menuju apartementnya, ia tak mengatakan sepatah katapun. Ku hentikan mobilku ditaman dekat dengan apartementnya dan apartementku,

“wae?? Mengapa berhenti oppa?” Hye Ri menoleh dan menatapku bingung,

“hmm apa hubunganmu dengan Eunhyuk?” tanyaku.

Aku tak tahu mengapa kata-kata itu bisa keluar begitu saja,

“mwo?? Maksudmu oppa?? Hubungan seperti apa?? Bukankah kita semua bersahabat, kecuali oppa dan onnie” jawabnya sambil tersenyum.

Senyum itu yang membuatku tak bisa menghilangkan perasaanku terhadapnya sejak enam tahun lalu,

“jeongmal??” aku menatapnya tajam, memastikan apa yang ia katakan benar,

“ne..” ia diam sebentar lalu melanjutkan “tak ada hubungan apapun kecuali sahabat, Eunhyuk oppa memang orang yang baik, dia selalu menemaniku, membantuku bahkan memperhatikanku, tetapi tak ada perasaan apapun kecuali sayang terhadap sahabat..” ia mnarik garis senyumnya lagi.

Aku ikut tersenyum mendengar penjelasan Hye Ri,

“tapi…. Kenapa oppa menanyakan hal seperti itu??” Hye Ri kembali menatapku.

Jantungku berdetak, bibirku ikut gugup, tak tahu aku harus menjawab dengan alasan apa.

“oppa??” tegur Hye Ri lagi,

“ehh itu..anu.. hmm sudah malam, kita pulang” aku segera menyalakan mesin kendaraanku lagi, untung saja Hye Ri hanya mengangguk.

***

“gomawo oppa..” Hye Ri turun dan tersenyum kearahku,

“ahh kau ini.. tak usah sungkan,,oh ya.. kau sendiri??” aku juga turun mendekat kearahnya dan kuusap lembut kepalanya,

“ani.. Soo Bim ahjumma menemaniku, besok aku sudah mulai pindah ke rumahku oppa” jawabnya.

“ohh kalau begitu.. biar ku jemput besok, eoteohge??” aku menatapnya lagi, Hye Ri menggeleng “Ani.. Hyuk oppa sudah berjanji mengantarku”

***

Eunhyuk?? Lagi-lagi dia, aku merebahkan tubuhku di ranjang apartementku, menengadah ke langit-langit kamarku, kenapa selalu dia?? Kenapa bukan aku?? kapan kau akan melihatku lagi seperti dulu??, tak ada hubungan apapun kecuali sahabat mungkin sekarang begitu, tetapi besok?? Lusa?? Minggu depan?? “huah!!! Sesange!!!!” aku mengacak-acak rambutku.

Choi Hyo Rim_POV

Seperti biasa, walau ini hari spesialku. Donghae tetap tak pernah memperdulikanku, tetapi yang membuat ku sangat kesal bukan karena itu, melainkan orang lain, orang biasanya selalu ada untukku. Kenapa beberapa hari ini ia berubah? Ada apa dengannya?, tak menjemput dan mengantarku lagi, bahkan menelponpun tidak. “Eunhyuk!! Aku akan membunuhmu!!!” teriakku.

***

“hmm.. sudah pagi..”

Aku bangun dari ranjangku setelah mendengar alarm ku berbunyi untuk ke tiga kalinya. Aku segera menuju kamar mandi, setelah mandi aku membuat roti bakar dan segelas susu.

“tak ada telepon lagi huh” aku duduk di sofa dan sedikit bergumam melihat ponselku tak berdering seperti biasanya.

Dulu, ne.. sebelum Hye Ri kembali ke Seoul, Eunhyuk selalu menelponku untuk memastikan aku sudah bangun atau belum, sedah makan atau belum dan sebagainya, tapi sekarang…. tak ada pesan atau telepon sama sekali.

Berhubung hari ini aku tak ada jadwal sama sekali, aku memutuskan untuk berkunjung ke butik Hye Ri. Mungkin aku bisa ngobrol dengannya gumamku dalam hati. Aku segera mengendarai mobilku menuju butik Hye Ri.

Ku parkir mobilku setelah sampai di butik,

“onnie??” suara Hye Ri yang sudah ku kenal memanggilku,

Aku menoleh dan… ommo!! Mengapa ia bersama Eunhyuk??

“onnie.. ada keperluan apa kesini??” Hye Ri langsung menghampiriku diikuti oleh Eunhyuk dibelakangnya.

“hmm ahh ani.. aku hanya ingin ngobrol dengan mu..” aku sedikit masih kaget dengan keberadaan Eunhyuk,

“hmm kalau begitu aku pergi dulu ya Hye Ri.. hm Hyo Rim.. annyeong” Eunhyuk berpamitan pada Hye Ri dan aku tetapi ia mengelus rambut Hye Ri terlebih dahulu sebelum pergi, “ne oppa..” jawab Hye Ri.

Aku duduk di salah satu kursi panjang di butik bersama Hye Ri,

“hmm sepertinya kau semakin akrab dengan Eunhyuk ya ???” tanyaku sambil tersenyum kearah Hye Ri,

“heh?? Tentu saja onnie” Hye Ri menjawab sambil membalas senyumku,

“maksudku bukan akrab seperti itu Hye Ri.. tapi..” aku diam, Hye Ri menatapku dengan pandangan penuh tanya

“tapi… hubungan seperti aku dan Donghae..”

Mungkin karena terlalu penasaran aku jadi langsung menanyakannya begitu saja pada Hye Ri. Hye Ri menatap ku dengan tajam lalu tersenyum,

“aniyo… oppa sahabatku” jawabnya singkat.

***

Hari sudah menjelang sore, aku memutuskan untuk pulang dan beristirahat. saat aku berjalan menuju mobilku setelah berpamitan dengan Hye Ri, ku lihat mobil Eunhyuk sudah berada didepan butik.

“oppa… mengapa cepat sekali…” Hye Ri berlari kearah Eunhyuk sambil membawa tas kecilnya,

“aku bosan di restaurant..sudah masuklah”

Eunhyuk mengelus kembali rambut Hye Ri dan membukakan pintu untuknya, Hye Ri hanya mengangguk dan menuruti perintah Eunhyuk.

“Hyo Rim… kau juga baru ingin pulang??” Eunhyuk melihat kearahku,

“hah? Ne..” aku mengguk dan segera masuk kedalam mobilku.

***

Hari ini melihat kejadian seperti itu lagi, aku bingung ada apa denganku? mengapa hatiku sakit melihat keakraban Eunhyuk dan Hye Ri? Apa aku cemburu?

“ani..ani..” aku menggeleng sendiri di balkon apartementku.

Ku ambil ponsel dan ku cari nama Donghae,

“yoboseyo..” suara Donghae mulai terdengar menjawab panggilanku,

“hmm … kau sibuk??” aku tetap berdiri di balkon sambil menatap keluar,

“hmm sebentar lagi aku selesai.. waeyo?” suara Donghae sedikit tercemar oleh suara ribut dibelakangnya,

“hmm kita makan malam di restaurant Eunhyuk..eotteohge?” ajakku, “

hmm araseo.. kau tunggu disana..ohh aku harus menyanyi lagi, bye bye.. tut tut” Donghae langsung menutup ponselnya.

Sebentar lagi makan malam, aku segera menuju restaurant Eunhyuk. Sampai disana tentu saja Donghae belum ada, memang selalu aku yang duluan sampai jika kita berjanji untuk bertemu. Aku melihat sekeliling restaurant Eunhyuk,

“Hyo Rim…??” ommo! Eunhyuk memanggilku dan menghampiriku bersama Hye Ri yang di gandeng nya,

“ohh kalian ada disini” jawabku sambil berdiri dari kursi untuk menujukan sopan santun,

“ahh duduk saja..” Eunhyuk menyuruhku duduk dan ia duduk disebelahku serta Hye Ri tepat didepan Eunhyuk.

“onnie..sendirian??” Hye Ri memandang kearahku,

“ani.. Donghae sebentar lagi datang .. ohh itu dia..” aku menujuk kearah pintu masuk melihat Donghae datang,

“wahh semuanya ada disini, akhirnya bisa reuni juga” Donghae melambaikan tangan dan berjalan menuju meja kami lalu duduk disampaing Hye Ri.

Eunhyuk memesankan banyak makanan untuk kami dan pasti ini semua gratis, hal yang paling kusukai hehe.

“oppa..banyak sekali..??” Hye Ri terbelalak melihat makanan di atas meja yang berbagai jenis,

“asalkan ini semua gratis aku tak peduli hehe” sela Donghae,

“ne” aku tersenyum setuju,

“haha aku tahu.. pasti gratis untuk kalian..” timbal Eunhyuk.

Semuanya memilih makanan kesukaan masing-masing tapi Hye Ri terlihat bingung,

“ini.. tak ada bawang maupun udang.. ini juga”

Donghae mengambilkan makanan untuk Hye Ri, aku sedikit bingung karena dia tahu apa yang Hye Ri suka dan tidak,

“hmm ahh gomawo oppa” Hye Ri tersenyum berterimakasih pada Donghae,

“wahh kau ingat ya Donghae.. aku lupa, mianhae Hye Ri..” tungkas Eunhyuk yang melihat adegan tadi,

“ahh gwaechana oppa..” jawab Hye Ri.

Kami makan dengan lahap yang sesekali diselingi oleh tawa mengingat kejadian masa kecil kami berempat,

“sudah larut… baiknya ku antar kau pulang, rumahmu cukup jauh dari sini” Eunhyuk merapihkan baju dan beranjak dari kursinya sambil meraih tangan Hye Ri,

“ahh ne oppa” Hye Ri sentak berdiri,

“lohh cepat sekali..” Donghae ikut berdiri dari kursinya,

“ne Eunhyuk… kita kan baru berkumpul lagi” aku berdiri dan menimbali perkataan Donghae,

“lagian.. biasanya kan kau mengantarku..” lanjutku sambil pura-pura cemberut,

“ahh kau ini.. rumah Hye Ri kan jauh dari sini, dan mianhae tak mengantarmu.. mobil Hye Ri belum sampai, jadi aku wajib mengantar jemputnya sekarang, lagian ada Donghae disini..” Eunhyuk sudah keluar dari meja dan melirik kearah Donghae,

“sudahlah.. ayo Hye Ri..” EUnhyuk menggenggam dan menarik tangan Hye Ri, Hye Ri hanya menunduk dan melambaikan tangannya.

***

Aku diam selama Eunhyuk dan Hye Ri pulang, tak ada percakapan antara aku dan Donghae.

“Donghae..” panggilku lirih tanpa menatapnya dan hanya menunduk,

“sebaiknya kita sudahi hubungan ini”

To Be Continue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s