I still love you, always love you (Part II The Last Part)

Casts :

  1. Yoseob
  2. Gi Kwang
  3. DooJoon
  4. Jun Hyung
  5. Seung Hyun
  6. Rae Mi

Cerita Sebelumnya

Aku sudah sangat kesal dengan kelakuan oppa hari ini,

“srrtt….Brukkkkkk” aku belokkan kemudi mobil oppa kekanan dan menginjak kakinya yang berada tepat diatas rem mobil.

“ahhh” mobilnya berhenti dan aku segera keluar dari mobil,

“brukk” kututup pintu mobil dengan sangat kencang.

“Heyyy… Kau ingin mati konyol??” oppa keluar dari mobil dan berteriak,

“mwo??… aku tak ingin membunuh diriku sendiri… aku ingin membunuhmu..!!!” aku menjawab ketus sambil terus melangkahkan akuku pergi.

Yang Yoseob_POV

“mwo??… aku tak ingin membunuh diriku sendiri… aku ingin membunuhmu..!!!” Rae Mi langsung pergi menjauhiku.

Aku sangat terkejut mendengar jawabannya tadi, aku segera masuk ke dalam mobil dan mengendarainya menuju dorm. Aku masih sangat shock dengan apa yang aku alami hari ini, Rae Mi begitu marah padaku, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang, aku benar-benar galau.

**satu minggu kemudian**

Aku harus segera pergi ke kantor CUBEent untuk berlatih disana. Walau aku sedang ada masalah dengan Rae Mi aku tetap berusaha profesional dalam mengerjakan perkerjaanku. Sudah satu minggu Rae Mi tak menghubungiku, walau aku masih sering melihatnya di majalah remaja tetapi dia tak pernah mengirim pesan ataupun menelponeku lagi. Aku berusaha menelponenya tapi sama sekali tak ada jawaban justru terkadang dia mereject telepone dariku.

Aku berusaha melupakan masalahku sejenak ketika sedang berlatih dan tampil. Aku berjalan menuju ruang latihan,

“Yoseob,,” Doojoon hyung memanggilku,

“wae hyung?” aku mendekatinya,

“masuk lah.. semua berkumpul dulu disini” Doojoon hyung segera menarikku kedalam ruangan.

Aku tak tahu ada apa sebenarnya,

“okay… ssemua sudah berkumpul, aku akan memperkenalkan seseorang pada kalian, dia adalah model yang akan bergabung dengan agensi kita… masuklah” manager kami memanggil seseorang yang dia maksud,

“annyeong haseyo.. Shin Rae Mi imnida..” gadis itu??..

Aku terbelalak melihat yeoja yang baru saja masuk. Bukan hanya aku yang membelalakan mata, tetapi semua hyung dan dongsaengku juga, kami semua kaget melihat kedatangan Rae Mi di kantor kami.

Setelah semuanya selesai, semua artis keluar kembali ketempat mereka latihan. Aku menunggu didepan pintu menunggu Rae Mi keluar,

“Rae…” panggilku sambil menahan tangannya,

“mwo..??” jawabnya ketus sambil melepaskan genggaman tanganku,

“bagaimana bi…” belum selsai aku bicara,

“aku sibuk oppa… masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan hari ini, aku juga harus kekampus.. bye” Rae Mi memotong perkataanku dan beranjak pergi.

Shin Rae Mi_POV

Aku dipindahkan oleh agensiku ke CUBEent, dengan alasan aku lebih baik jika disana, aku tak peduli dengan siapa aku bekerja, aku bahkan tak peduli jika di CUBEent adalah manahement Yoseob oppa, aku sudah berusaha melupakannya. Beberapa hari bekerja disana cukup menyenangkan, semuanya baik terhadapku, sambil bekerja aku terus menyelesaikan skripsiku.

“Rae Mi…srtt” Yoseob oppa memanggilku dan membawaku kesebuah sudut ruang yang sepi, dia meletakkan tubuhku di tembok, memegang kedua pundakku.

“ada apa denganmu?.. kau berubah… kau bukan Rae Mi yang ku kenal.. kau memperlakukan aku seolah aku tak ada di depanmu, aku sibuk itu benar-sibuk.. kau tahu??” yoseob oppa membentakku dengan nada suara yang sangat tinggi membuat aku terkejut dan meneteskan air mataku.

Aku berusaha agar air mataku tak menetes tapi aku benar-benar tak kuasa menahannya,

“oppa…bukankah kau yang berubah duluan, aku hanya mengikuti permainanmu.. kau tahu berapa lama aku menunggu dirimu dan saat kita bertemu kau bersikap seolah kau adalah orang sesibuk sedunia, kau tahu.. presiden amerika saja masih bisa menelpone istrinya ketika dia sibuk mengurus negara.. kau yang hanya sibuk dengan concert seperti sedang mengurus satu juta masyarakat korea… aku lelah diperlakukan seperti itu, aku bukan patung yang bisa kau biarkan sendiri dan tak ajak bicara.. aku punya hati oppa… aku MANUSIA….” Aku tak bisa menahan amarahku, ku bentak oppa dengan sekuat tenagaku, aku mendorongnya dan berlari pergi.

Aku tak pernah punya niat untuk mengatakan hal seperti tadi pada Yoseob oppa, tapi melihat wajahnya aku benar-benar muak. aku segera pulang dan beristirahat. Dikbaringkan tubuhku di ranjang, kuliahat sekelilng kamarku masih terdapat banyak fotoku dan yoseob oppa, aku tak kuasa membuang semua itu, meski aku kesal terhadaptnya tetapi rasa sayangku mengalahkan kebencianku terhadapnya.

Yang Yoseob_POV

            Semenjak kejadian hari itu, aku tak bisa melupakan tatapan matanya yang tajam dan air matanya yang menetes.

“Yoseob…!!” tegur Doojoon hyung,

“akhh ne…” aku berhenti melamun,

“kau ini.. bisakah kau serius dalam latihan, bagaimana bisa tampil baik jika kau seperti ini?”bentak DOojoon hyung. Aku hanya menunduk mendengar doojoon hyung,

“hyung.. sebaiknya kau menghampiri Rae Mi..” Ki kwang tiba-tiba saja memotong pembicaraan,

“ne… bawa Rae Mi kembali padamu hyung” sambung dongwoon. Semua hyungku ikut mengangguk, aku diam sebentar dan berpikir.

“bye…” aku segera berlari dan menuju mobilku,

Aku kendarai mobilku secepat mungkin menuju rumah Rae Mi. aku segera keluar dari mobil setelah sampai, aku tak menunggu seseorang membukakan pintu, aku langsung masuk.

“Rae Mi.. Rae…!!!” aku berteriak berkali-kali memanggil namanya, tapi tak ada jawaban.

“Yoseob-ssi… Rae Mi..ayo..” teriak ahjumma dirumah rae sambil menarikku ke kamar Rae Mi.

“krekk krekk” aku mencoba membuka pintu kamarnya tapi percuma pintunya dikunci,

“Rae Mi.. Rae.. buka pintunya..!!!” teriakku sambil mengetok-ketok pintunya.

Aku sudah kehabisan kata-kata memanggilnya, aku bersiap untuk mendobrak pintu kamarnya..

“brukk..akhhh” satu kali ku dobrak gagal,

“brukkk aihh” belum berhasil juga,

“ayo bersamaku…” ahjumma nya rae mi ikut ancang-ancang,

“hana..dul..set…brukkkk” akhirnya pintunya terbuka.

“Rae Mi..!!!” ku lihat sosok Rae Mi tergeletak di lantai, ku angkat Rae Mi.

Terdapat banyak obat berserakan di lantai kamarnya, mulutnya mengeluarkan banyak busah. Aku membawanya kerumah sakit. Ku tunggu hingga dokter keluar dari ruang UGD, setelah satu jam lebih aku menunggu akhirnya dokter segera keluar dari ruangan.

“dok.. bagaimana keadaan Rae Mi?” tanyaku cepat,

“dia baik-baik saja.. dia keracunan obat, tetapi sudah tak apa-apa..” jawab dokter itu.

Aku segera masuk dalam ruangan, kulihat Rae Mi terbaring tak berdaya.

Setelah dua jam lebih aku menunggu Rae Mi sadar, akhirnya dia siuman juda

“Rae Mi…” aku menatapnya sambil menggenggam tangannya erat,

“oppa…” jawabnya masih lemah,

“mianhae Rae.. jeongmaol Mianhae.. aku sadari ini semua salahku, tak seharusnya aku bersikap seperti itu padamu… mianhae..” aku mencoba meminta maaf padanya, mengikuti semua sarang hyung dan dongsaengku.

“aniyo oppa… aku juga salah” jawabnya singkat karena masih susah untuk berbicara,

“stttt.. sudah lah… I still love you, always love you, will never not love you, always with your love, I do anything for you because my love just for you”.

One thought on “I still love you, always love you (Part II The Last Part)

  1. Pingback: Webmasters Guide

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s