Forgot about me and live on (Part II the last part)

Casts :

  1. G-Dragon a.k.a Jiyoung
  2. Seungri 
  3. Daesung
  4. T.O.P a.k.a Seung Hyun
  5. Mi Young 

Cerita sebelumnya

“kau.. kau sakit?” aku mencoba lebih dekat dengannya,

“sakit? Aniyo,,, I’m okay oppa” jawabnya sambil tersenyum.

Aku menatapnya terus sampai kulihat ada tetesan darah dihidungnya,

“hmm kau..” ku ambil sapu tangan yang ada disaku celanaku dan ku bersihkan darah yang mengalir dari hidungnya

Choi Seung hyun_POV

“hmm kau..” ku ambil sapu tangan yang ada disaku celanaku dan ku bersihkan darah yang mengalir dari hidungnya,

“akh oppa..” Mi Young mencoba menyingkirkan tanganku. Aku tetap menahan tanganku dan terus membersihkan darahnya,

“oppa… gwaechan..naa.” Mi Young semakin berusaha menyingkirkan tanganku,

“diam.. kau ini, sudah tahu sakit bukannya beristirahat” aku tetap menahan tanganku dihidungnya yang terus mengeluarkan darah.

“oppa.. aku bilang aku…bruk” Mi Young pingsan tepat di pelukanku, darah yang keluar dari hidungnya semakin banyak,

“Mi Young.. sadar.. Mi Young….” Aku panik melihat darah yang mengalir dari hidungnya, aku segera membawanya masuk kedalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit.

Tak ada satu orangpun yang aku hubungi, termasuk Jiyong, ku kira Mi Young tak ingin Jiyong tahu kalau dia masuk rumah sakit. Satu jam lebih aku menunggu dan akhirnya aku diperbolehkan masuk kedalam ruangan, ku lihat Mi Young terbaring lemah dengan infus dan alat pembantu pernafasan dan alat-alat kedokteran lain yang aku tak tahu apa namanya. Aku menunggu beberapa jam di samping Mi Young sampai akhirnya dia sadar,

“oo..oo.oppa..” Mi Young perlahan membuka matanya dan berusaha memanggilku,

“akh kau sudah sadar, chakam..” aku beranjak dari kursiku untuk memanggil dokter tetapi Mi Young menghalangi dengan menahan tanganku,

“oppa.. jangan pergi” Mi Young mulai lancar untuk berbicara,

“ne…” aku segera duduk lagi disebelahnya.

Kim Mi Young_POV

Ku cegah Seung hyun oppa untuk pergi, “oppa.. jangan katakan hal ini pada Jiyong oppa ya?” pintaku,

“wae?.. kau sakit, bagaimana bisa Jiyong tidak kau beri tahu?” Seung hyun oppa kembali duduk,

“aku baik-baik saja oppa,” aku mencoba tersenyum kepada Seung Hyun oppa.

Oppa mengeluarkan sebuah map yang sepertinya aku mengenal map itu,

“ommo… oppa, itu.. itu..” aku gagap mengingat map itu adalah hasil cek up ku,

“apa kau masih bisa bilang kau baik-baik saja?.. kanker Mi Young… kanker!!!” oppa menatapku tajam ,

“ne oppa… tapi ku mohon jangan katakan pada Jiyong oppa aku berada dimana dan tentang penyakitku ini oppa, aku mohon” aku menatap seung hyun oppa dengan wajah yang memelas.

Seung hyun oppa setuju untuk merahasiakan keberadaanku dan juga penyakitku, aku menjelaskan semuanya pada Seung hyun oppa. Aku bercerita bahwa aku mengetahui penyakitku ini beberapa bulan yang lalu, dan aku juga bercerita bahwa aku akan menjauhi Jiyong oppa.

“Mi Young.. apa kau tidak kasihan kepada Jiyong?” tanya Seung hyun oppa setelah mendengar semua ceritaku,

“justru karena aku tidak ingin jiyong oppa sedih, aku tak ingin dia tahu… hmmm oppa.. berpura-pura lah menjadi kekasih baru ku, ku mohon!” aku memohon pada seung hyun oppa,

“ Mi Young.. kau…” Seung hyun oppa hanya diam melihatku. Aku tak mengatakan apapun lagi, begitu pula dengan Seung hyun oppa.

Sudah satu minggu lebih aku tak menghubungi Jiyong oppa, aku juga sudah keluar dari rumah sakit dan aku hanya ditemanin oleh Seung hyun oppa. Hari ini aku bertemu seung hyun oppa, aku berniat memberikan cincin pemberian Jiyong oppa dulu. Aku masih menggunakan cincin itu, tapi menurutku jika aku terus menyimpan cincin itu hanya akan membuatku sedih.

**@tempat janjian**

Choi Seung Hyun_POV

Aku menunggu Mi Young, entah apa yang ingin dia bicarakan padaku, aku hanya datang menuruti kemauannya. Ku tunggu dia selama beberapa menit,

“oppa..” Mi Young berlari kearahku,

“akhh kahirnya kau datang juga..” aku mendekat pulapadanya.

“aku hanya ingin meberikan ini…” Mi Young memberiku sebuah cincin, aku tahu cincin itu adalah cincin pemberian Jiyong,

“ini…” aku menatap Mi Young dengan penuh tanya, teteapi Mi Young langsung pergi tanpa menjelaskan apapun.

Kwon Jiyong_POV

Tak kusangka seung hyun hyung yang membuat Mi Young tak pernah menemuiku lagi, aku benar-benar memergoki mereka.

“hyung…!!!” ku hampiri Seung hyun hyung setelah Mi Young pergi,

“mwo?” jawab hyung enteng, “apa yang kau lakukan?.. Mi Young adalah Yeojachinguku, kau berani-beraninya merebut dia dariku? Hah!” baru kali ini aku bersikap kasar apa Seung hyun hyung, kudorong tubuhnya, dia juga mndorong tubuhku balik.

“merebut??? Mi Young sendiri yang mendekatiku, mungkin dia sudah bosan denganmu, Mi Young sekarang adalah milikku, jadi lebih baik kau tak usah mencampuri urusan kami berdua” Seung hyun hyung menjawab dengan sinis,

“kau..” aku melayangkan tinju pad hyung, dia membalasnya,

“akhh” kami bertengkar hebat sampai akhirnya sseung ri membawa seung hyun hyung pergi.

Aku tak bisa mengatakan apapun, otakku sudah lelah. Kekasih yang sangat aku cintai tiba-tiba menghilang dan aku menemukannya sedang bersama sahabatku, sahabat yang sangat dekat denganku.

“huahhhhhhhhhhhhh ‘prang’” aku membanting cangkir yang ada di depan mataku, tak ada yang berani mendekatiku saat ini.

Aku pergi ke sebuah mall, aku mencoba membersihkan pikiranku membuat pikiranku tenang. Saat aku berada di tempat parkir, ku lihat sebuah mobil yang tampak Mi Yeong dan Seung hyun hyung berada didalamnya, mereka melihatku tapi seolah tidak peduli akan kehadiranku.

Aku sudah sangat kesal melihat mereka selalu berdua, aku pergi menjauhi mereka.

Seung ri_POV

Aku sedih meliahat hubungan Jiyong hyun dan Mi Youn menjadi seperti ini, tetapi aku mengerti apa yang dirasakan oleh Mi Young, dia tak ingin Jiyong hyung sedih saat kehilangannya nanti. Aku pergi kerumah sakit dimana Mi Young sekarang dirawat, walau Seung hyun oppa dilarang memberi tahu siapapun, tetapi aku dan yang lain kecuali Jiyong oppa di beri tahu juga. Beberapa hari ini kami sering menjenguk Mi Young,

“oppa.” sapa Mi Young setelah melihatku datang.

“ne..bagaimana keadaanmu?”aku duduk disamping Mi Young,

“baik..” jawabnya sambil tersenyum.

Walau dalam keadaan sakit, Mi Young masih bisa tertawa bersama kami.

“Mi young, istirahatlah dulu” Seung hyun hyung menghentikan semua pembicaraan,

“oppa.. aku lelah istirahat terus” keluh Mi Young sambil memanyunkan bibirnya.

Mi Young tetap membaringkan tubuhnya, perlahan ia pejamkan matanya, sampai akhirnya kami mendengar suara alat detak jantung Mi Young Berbunyi.

“Mi Young.. Mi Young.. sadar.. Mi Young Ku mohonnn” aku dan yang lainnya panik, Mi Young sama sekali tak membuka matanya,

“Mi young!!!!!!!!!!!!!!!” kami semua dalam kekhawatiran stadium akhir, kepala Mi Young miring dan keluar darah dari bibirnya atau tepatnya Mi Young muntah darah.

“sesange!!!!!! Panggil dokter ppalli!!!!!” teriak  Seung hyun hyung dan Daesung langsung keluar memanggil dokter.

            Kwon Jiyong_POV

Kepalaku akhir-akhir ini sering pusing ketika memikirkan Mi Young dan Seung hyun hyung, aku masih tak menyangka mereka berani mengkhianatiku. Aku pergi kerumah sakit untuk menebus vitaminku, biasanya ada yang menemaniku tapi sekarang dia justru menemani namja lain. Setelah aku menebus vitaminku, kulihat Daesung sedang berlari bersama seorang dokter dan suster kesebuah lorong. Aku penasaran dengan apa yang dilakukan Daesung di rumah sakit, ku ikuti dia sampai akhirnya aku melihat Seung ri, Seung hyun hyung dan young bae hyung.

Aku melihat mereka semua panik,aku melihat Seung hyun hyung berjalan kearahku. “maaf telah membohongimu, Mi Young benar-benar sangat mencintaimu” Seung hyun hyung memegang tanganku dan memberikan sebuah cincin. Aku terkejut mendengar ucapannya, aku bisa menebak siapa yang ada di dalam ruang ICU sekarang ini ‘Mi Young’ pasti yeoja itu. Aku segera berlari menuju ruang ICU.   satu setengah jam lebih aku berdiri didepan ruang ICU,

“dokter…” teriakku setelah melihatnya keluar, dokter itu hanya menggelengkan kepalanya, aku segera menyerobot masuk ke ruang ICU.

Aku melihat sosok yeoja yang sangat aku kenal, terbaring lemah, tubuhnya dipenuhi denga alat-alat medis.

“Mi Young…..” aku memanggil lirih, untuk beberapa jam aku diam di sampingnya.

Aku terus menatap wajahnya,

“hmm..” Mi Young menggerakkan jari tangannya, matanya perlahan-lahan terbuka.

“Mi Young….” Aku segera menggenggam tangannya dan mendekatkan wajahku padanya,

“oppa…” panggilnya lirih,

“kau… kau akan baik-baik saja yeobo.. aku yakin” aku berusaha menyemangatinya sambil tersenyum,

“mianhae.. jeongmal mianhae” suara Mi Young terdengar sangat lemah,

“maaf? Untuk apa? Kau tak memiliki kesalahan apapun chagiya” aku mengelus rambutnya,

“oppa… saranghaeyo..” suaranya semakin lemah, nafasnya sudah tak beraturan, sepertinya matanya tak kuat lagi untuk terus terjaga,

“chagiya.. nado.. jeongmal saranghaeyo..” aku mencium tangannya,

“oppa…” matanya mulai terpejam lagi, ada darah yang mengalir dari bibirnya.

“yeobo!!!!!!!! Mi Young!!!!!!!!!!!!! Mi Young!!!!!!!!!!!!!!!!!” matanya benar-benar terpejam, nadinya sudah berhenti berdenyut, nafasnya tiba-tiba saja menghilang. Aku benar-benar kehilangan yeoja ku, dia pergi sekarang benar-benar pergi meninggalkanku.

Sehari setelah pemakaman Seung hyun hyung memberiku selembar surat yang ditulis Mi Young untukku,

For my the best oppa

Hatiku yang hancur seperti ombak

Hatiku yang terguncang bagai angin

Hatiku hilang bagai asap

Tak bisa dilepaskan seperti tatto

Aku menghela napas dengan berat seperti tanah longsor

Hanya debu yang tertumpuk di pikiranku

 

aku pikir aku tak akan bisa hidup 1 haripun tanpamu

Tetapi ntah bagaimana aku berhasil hidup lebih lama dari yang aku duga

Kau tak menjawab apapun ketika aku meneriakan “I miss you”

Aku mengharapkan suatu pengharapan tapi sekarang itu sudah tak berguna

 

Jangan melihat kebelakang dan pergi

Jangan cari aku lagi dan teruslah hidup

Karena aku tak menyesal mencintaimu, simpan kenangan manis

Aku bisa menanggungnya

Aku bisa menahannya

Kau seharusnya bahagia bila kau seperti ini

Aku menjadi lemah hari demi hari  

Oh sayang aku menangis, menangis

Kaulah segalanya untukku, ucapkan selamat tinggal…

 

Aku harap hatimu lega

Tolong lupakan aku dan teruslah hidup

Air mata tersebut akan kering sepenuhnya

Seiring waktu berlalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s